Jabar Banten Hari Ini: Istri Habib Bahar Digoda-Sampah Tangsel Ditampung Serang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 21:57 WIB
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith memegang bendera merah putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Majelis hakim menjatuhi hukuman kepada Bahar bin Smith tiga tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider satu bulan kurungan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Habib Bahar bin Smith (Foto: Antara Foto)
Bandung -

Beragam kabar menarik muncul di Jawa Barat dan Banten hari ini. Mulai dari pengakuan Habib Bahar bin Smith soal pemicu penganiayaan sopir taksi online hingga gempa bumi magnitudo (M) 5,6 mengguncang Sukabumi.

Berikut rangkuman berita Jabar-Banten hari ini:

Gempa Bumi 5,6 Guncang Sukabumi

Gempa bumi berkekuatan 5,6 M mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (27/4/2021), sekitar pukul 16.23 WIB. Getarannya juga terasa di wilayah Bandung Raya.

Titik Gempa tersebut terjadi di 103 km tenggara, Kabupaten Sukabumi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengatakan dalam akun resminya, gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.

Aditya (31) mengatakan gempa terasa selama beberapa detik di Kota Bandung. Kala itu ia melihat lampu gantung yang berada di tempat kerjanya bergoyang.

"Saya tadi sedang bekerja, kemudian terasa getaran. Lalu saya melihat lampu di tempat kerja saya bergoyang, saya juga dapat laporan dari saudara gempa juga terasa di Cimahi, Ujungberung juga," katanya.

Gempa tersebut lokasi koordinat 7.86 LS, 106.87 BT (103 km Tenggara Kabupaten Sukabumi) dengan kedalaman 14 Km.

Endri Apriyanto, warga Cikakak, mengaku merasakan gempa selama beberapa detik. Goyangan gempa membuat lemari di kediamannya bergoyang.

"Tiba-tiba ada suara berderak dari arah lemari, saya buru-buru mengajak istri keluar rumah," kata dia kepada detikcom, Selasa (27/4/2021).

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi menyebut gempa terasa merata di sejumlah wilayah di Sukabumi. Saat ini dia sedang mengecek informasi ke Pusdalop BPBD.

"Saya posisi sedang di Kota Sukabumi, di lokasi ini juga dirasakan. Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan, kita cek ke Pusdalop," kata Eka.

Menurut dia, kekuatan gempa M 5,6 itu diprediksi bisa merusak. "Kalau melihat kekuatan magnitudo segitu merusak, tapi nanti tunggu informasi dari Pusdalop," ujar Eka.

Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,6 terasa kuat guncangannya hingga ke Bogor. Efek gempa membuat Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang saat itu tengah menggelar pertemuan langsung keluar ruangan.

Dari video yang dilihat detikcom, terlihat Bima tengah berada di luar ruangan dengan suara obrolan orang di sekitarnya terkait gempa. Dalam video tersebut juga beberapa pemuda dengan jas almamater kampus keluar dari ruangan yang sama.

Kabid Komunikasi Informasi Publik Diskominfo Kota Bogor, Manan Tampubolon membenarkan tayangan video tersebut. Menurutnya, gempa terjadi saat Bima tengah menggelar rapat bersama mahasiswa BEM se-Bogor di Balaikota Bogor.

"Iya betul, tadi Pak Wali (Wali Kota Bogor Bima Arya,red) sedang audiensi dengan BEM Se-Bogor di (ruang) Paseban Sri Bima," kata Manan saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (26/4/2021).

Getaran gempa, lanjut Manan, terasa ketika sesi tanya-jawab dengan mahasiswa berlangsung. "Sedang sesi tanya jawab dengan mahasiswa. Kemudian terasa ada goncangan, pak wali minta untuk sama-sama keluar ruangan," kata Manan.

Getaran gempa di Sukabumi terasa kuat hingga Bogor. Hal itu diungkap Dio, warga Bogor yang tengah berada di warung kopi bersama rekan-rekannya. "Iya getarannya lumayan terasa, kabel lampu goyang-goyang. Yang di sini juga bilang berasa gempanya," kata Dio.