Biaya Haji Naik, Jemaah Bakal Jalani Empat Kali Swab PCR

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 17:29 WIB
Ilustrasi ibadah haji dan umrah
Ilustrasi haji (Foto: dok. detikcom)
Cirebon -

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina menyebut saat ini Kementerian Agama (Kemenag) tengah mengusahakan agar tahun ini ada pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia. Jika pemberangkatan haji tahun ini diizinkan, Selly memastikan biaya pemberangkatan haji mengalami kenaikkan.

Menurut Selly, naiknya biaya pemberangkatan haji bagi jemaah asal Indonesia itu dikarenakan beberapa hal, salah satunya penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi jemaah haji saat pandemi COVID-19.

"Kesepakatan antara DPR dan Kemeneg jika tetap diberangkatkan, maka biaya haji tahun ini berbeda dengan reguler, atau seperti tahun sebelumnya. Semisal, sebelumnya Rp 35 juta, dalam kondisi ini dengan prokes ketat angkanya di atas Rp 40 jutaan. Ada tambahan pelunasan bagi jemaah yang menunggu. Tentu ini harus dipahami jemaah," kata Selly saat menyosialisasikan penyelenggaraan haji bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (27/4/2021).

Selly mengatakan penambahan biaya bagi jemaah haji tentunya melalui perhitungan yang matang. Ia menjelaskan tentang aturan yang wajib ditaati jemaah haji saat pandemi. "Karena sebelum berangkat dan sesampainya di Arab Saudi seluruh calon jemaah haji akan dikarantina. Kemudian calon jemaah haji wajib tes swab PCR sebanyak empat kali," kata Selly.

Selly mengaku tengah mengupayakan agar biaya terkait prokes itu bisa ditanggung pemerintah. Sehingga, lanjut dia, bisa meringankan jemaah. Selain prokes, Selly menjelaskan penambahan biaya juga terjadi karena adanya perubahan akomodasi.

"Biasanya di penginapan itu satu kamar untuk empat orang, sekarang dua orang. Ditambah transportasi operasional jemaah juga, tidak bisa terisi penuh melainkan setengahnya, karena aturan prokes. Kemudian konsumsi yang biasanya hanya dua kali bertambah jadi tiga kali dalam sehari," kata Selly.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan calon jemaah haji wajib menjalani vaksinasi terlebih dahulu. Ia mendorong agar calon jemaah haji bisa menerima vaksin. "Paling lambat sudah divaksin pada pekan kedua bulan Mei mendatang agar imunitas tubuh terjaga setelah 28 hari," kata Selly.

Sementara itu, Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan saldo dana haji pada tahun 2020 mencapai Rp 144,78 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2018 dan 2019.

"Dana haji yang terkumpul tersebut merupakan dana jemaah haji yang sudah masuk daftar tunggu. Saya pastikan dana tersebut aman, bahkan jemaah bisa melihat melalui virtual account yang ada di website BPKH," kata Anggito.

(mud/mud)