Permintaan Plasma Konvalesen di 28 RS Kota Bandung Meningkat

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 19:44 WIB
Astra International Tbk  menyerahkan Bantuan  Donor Plasma Konvalesen kepada Palang Merah Indonesia
di Jakarta Kamis (5/2/2021).
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Bandung -

Kebutuhan plasma konvalesen di 28 rumah sakit di Kota Bandung, Jawa Barat kian meningkat. Hal itu terjadi karena kasus positif COVID-19 di Kota Bandung masih terjadi.

"Kebutuhan Kota Bandung karena memang orang yang sakit karena COVID-19 masih ada dan yang dirawat di rumah sakit masih ada artinya ke 28 rumah sakit membutuhkan pedonor konvalesennya sebagai terapi bagi penyintas COVID-19," kata Kabid Pelayanan Dinkes Kota Bandung Yorisativa di Balai Kota Bandung, Selasa (27/4/2021).

Permintaan ini meningkat, karena terbukti setelah penyitas melakukan terapi plasma konvalesen banyak yang pulih dari COVID-19.

"Permintaan kepada PMI sesuai dengan keadaan yang di rumah sakit, para tim medis dan dokter sudah paham mengenai penanganan COVID-19 melalui terapi plasma konvalesen sehingga permintaan meningkat," ungkapnya.

Selain menyiapkan kebijakan, Dinkes Kota Bandung dan PMI Kita Bandung mendorong kepada para penyitas agar dapat mendonorkan plasma konvalesennya.

"COVID-19 ini sangat baru, penelitian sambil berjalan, ada fakta dan data bahwa pemberian plasma konvalesen dari penyintas kepada orang yang bergejala itu bisa memberikan dua hasil, pertama untuk menurunkan secara klinis, secara laboratorium memberikan hal yang baik," jelasnya.

Menurutnya, permintaan untuk terapi plasma konvalesen ini sudah merata di 28 rumah sakit di Kota Bandung. "Sehingga tadi permintaan 28 rumah sakit sudah merata, untuk membantu sodara kita," tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPT Donor Darah PMI Kota Bandung Uke Mutaimah berujar setiap harinya ada sekitar 10 orang yang melakukan donor dan yang membutuhkan terapi plasma konvalesen ini ada sekitar 84 antrian pasien. Setiap seorang pasien membutuhkan 10 labu untuk terapi plasma konvalesen ini.

"Jadi 10 orang per hari, satu pendonor bisa 2-3 labu, sehari minim dapat 10 orang pendonor. Kadang kita bisa 10, bisa 12, bisa 8, bisa 5, antrian ada 84 pasien," ujarnya.

Sekedar informasi, penyintas yang bisa melakukan donor plasma konvalesen ini adalah penyintas yang sudah dinyatakan negatif selama tiga bulan.

Uke menyebut, untuk pedonor plasma konvalesen masih agak sulit. Hal itu terjadi karena masih ada kekhawatiran dari penyintas.

"Agak sulit, saya mohon bisa membantu, karena tidak mudah orang yang sudah sembuh COVID-19 juga ada kekhawatiran dengan dirinya sendiri, tapi setelah tahu manfaatnya banyak akhirnya berulang. Karena yang utama manfaatnya dirasakan dulu, kedua secara otomatis tubuhnya sehat karena darahnya diambil terus," pungkasnya.

(wip/mud)