Cegah Pemudik, Tim Gabungan Pelototi Travel Gelap di Bogor

M. Sholihin - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 19:59 WIB
Personel Satlantas Polresta Bandung, Dishub dan Satpol PP Kabupaten Bandung mulai memperketat penyekatan di gerbang exit Tol Cileunyi.
Ilustrasi penyekatan kendaraan. (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Bogor -

Petugas gabungan disiagakan mengantisipasi pergerakan warga di Kota Bogor jelang mudik Lebaran 2021. Guna mengantisipasi travel gelap, petugas akan memonitor kendaraan berpelat nomor asal kota di luar zona aglomerasi.

"Kita telah membentuk Satgas Khusus kewaspadaan pemudik dan pendatang. Tidak tanggung-tanggung, 15 ribu petugas akan kami turunkan untuk menjaring para pemudik dan pendatang ke Kota Bogor," kata Kapolresta Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro usai menggelar keterangan pers pengungkapan pelaku kejahatan di halaman Mal Yogya Kota Bogor, Selasa (27/4/2021).

"Hal ini dimaksudkan sebagai upaya kita untuk menekan para pemudik dan pendatang yang memaksakan diri, ada sanksi-sanksi yang akan kita bentuk dalam sebuah Perwali baru. Dari tingkat RT RW, kelurahan, kecamatan semua akan secara aktif turun untuk memonitor," dia menambahkan.

Menurut Susatyo, Satgas Kewaspadaan siap menindak pendatang atau pemudik secara berjenjang dan terukur. Pihaknya juga menggelar penyekatan dilakukan secara makro dan mikro.

"Penyekatan akan dilakukan di enam titik perbatasan. Selain itu, ada check point di terminal dan stasiun, ditambah lagi tim mobile untuk memonitor angkutan-angkutan gelap," ujarnya.

Susatyo menyebut, ketika bus diperketat dan sebagainya, disinyalir ada kendaraan-kendaraan pribadi yang digunakan sebagai travel gelap. Guna mencegah pemudik yang melewati akses Bogor, kata Susatyo, pihaknya akan memeriksa kendaraan pribadi.

"Ada zonasi Jabodetabek, dibolehkan yang namanya mudik lokal. Pelat nomor polisi dari mulai yang berakhiran huruf S sampai dengan Z, kami akan lakukan prioritas untuk pengetatan. Karena dari Bogor ke Sukabumi atau Cianjur maupun sebaliknya dianggap sebagai mudik di luar zona. Ini harus dimengerti semua masyarakat," tutur Susatyo.

Pengetatan berlangsung juga di hotel dan indekos. Tamu harus dilengkapi bukti hasil tes COVID-19.

Aturan tersebut dilaksanakan secara serentak mulai 6 Mei 2021. Sebelum dilaksanakan, petugas akan sosialisasi kepada masyarakat dan pemilik angkutan.

(bbn/bbn)