Jabar Hari Ini: Pengakuan Nyeleneh Mister Sutarman-Dua Orang Tewas di Cipali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 20:51 WIB
Pimpinan paguyuban tunggal rahayu mister sutarman
Mister Sutarman (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Bandung -

Sejumlah peristiwa terjadi di Jabar hari ini. Mulai insiden kecelakaan di Tol Cipali yang menewaskan dua orang hingga pengakuan nyeleneh Mister Sutarman.

Berikut rangkuman Jabar hari ini, Jumat (11/9/2020).

Bos Paguyuban Pengubah Lambang Pancasila Buka Suara

Setelah sempat menjadi misteri, teka-teki pemimpin Paguyuban Tunggal Rahayu akhirnya terjawab. Pada Kamis (10/9) siang, Satreskrim Polres Garut memeriksa seorang pria bernama Sutarman. Belakangan, Sutarman diketahui sebagai pimpinan paguyuban.

Sutarman sempat diwawancarai wartawan di sela-sela proses pemeriksaan. Sutarman menjawab pertanyaan seputar perubahan lambang Garuda Pancasila hingga maksud dan tujuannya mencetak uang sendiri.

Pengakuan nyeleneh dilontarkan Sutarman kepada awak media. "Ya itu di-print. Untuk membangkitkan sejarah. Kalau uang yang seratus, tidak pernah saya cetak. Satu lembar pun saya tidak pernah mengambil yang dipakai oleh pemerintah itu. Enggak pernah itu. Sebab itu masuknya penipuan nanti," kata Sutarman saat ditanya perihal uang cetakannya.

Selain itu, Sutarman juga mengklaim dirinya sebagai pemimpin sekaligus pendiri Paguyuban Tunggal Rahayu. Dia mengaku memiliki nama Prof Dr. Ir. H Cakraningrat, SH.

Lambang Pancasila Diubah di GarutLambang Garuda Pancasila yang diubah paguyuban di Garut. (Foto: istimewa)

Namun, saat ditanya perihal kebenaran gelar tersebut, lagi-lagi jawabannya mengacau. Dia mengaku mendapat empat gelar akademik tersebut melalui proses kuliah di alam. Dia juga mengaku diperintah untuk kuliah di alam oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

"Saya sekolah dari.....kalau secara lahiriyah secara terbuka keluaran aliyah. (tahun) 96 dikuliahkan secara kuliah kerja nyata oleh orang tua daripada orang tua perintis NKRI," katanya.

"Jadi saya kuliah di alam bukan di universitas. Dari yang memegang amanat dan wasiat,perintis NKRI termasuk Bung Karno, Pak Hatta, termasuk banyak lah," tutup Sutarman.

Fenomena munculnya Paguyuban Tunggal Rahayu ini diselidiki oleh polisi. Selain itu, Bakorpakem yang berisi petugas Kejaksaan, Pemda, TNI dan Polri juga ikut turun tangan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan sejumlah fakta terkait Paguyuban Tunggal Rahayu.

"Untuk yang sudah ada faktanya memang hanya terkait penipuan dan kita akan dalami soal itu," ucap Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5