Kasus Paguyuban Ubah Lambang Pancasila, Polisi Bidik Pasal Penipuan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 14:27 WIB
Pimpinan paguyuban tunggal rahayu mister sutarman
Foto: Mister Sutarman pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu (Hakim Ghani/detikcom).
Garut -

Polisi masih menyelidiki terkait kelompok pengubah lambang Garuda Pancasila di Garut. Sejauh ini polisi baru akan mengenakan tuduhan penipuan terhadap kelompok Paguyuban Tunggal Rahayu itu.

"Iya (pasal) masih penipuan 378 dan 379 A," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

Dugaan penipuan itu dilihat dari modus yang dilakukan paguyuban yang dipimpin Mister Sutarman itu. Hasil pemeriksaan saksi dan penyelidikan sementara oleh Polres Garut, kelompok itu mematok tarif Rp 100-Rp 600 ribu untuk calon anggotanya.

Sementara saat disinggung soal pengenaan pasal yang berkaitan pengubahan lambang negara, Erdi mengatakan hal itu akan berkembang dalam proses penyidikan.

"Ya, ini sedang kita dalami untuk sementara kita sudah menemukan pasal yang dipersangkakan itu dulu, nanti kita berkembang mendalami masalah logo dan sebagainya ya," katanya.

Kendati demikian, belum ada tersangka dalam kasus ini. Penyidik Polres Garut pun sudah memanggil Sutarman untuk diperiksa.

Seperti diketahui, sebuah paguyuban di Kabupaten Garut bikin geger masyarakat karena mengubah lambang Pancasila

Kelompok ini dipimpin oleh Mister Sutarman. Paguyuban ini mengubah lambang Garuda Pancasila dan menambah semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Mereka membuat heboh dan mulai diperbincangkan masyarakat di awal September 2020. Mereka jadi perbincangan setelah mengubah lambang Pancasila.

Seperti dalam foto yang diterima detikcom, Paguyuban Tunggal Rahayu mengubah bentuk burung garuda yang tertera pada lambang Pancasila. Perbedaan terlihat dari bentuk kepala burung. Di lambang Pancasila yang asli, kepala burung mengarah ke kanan. Sedangkan, pada lambang Pancasila yang dibuat kelompok, kepala garuda terlihat menghadap ke depan.

Ada dua lambang Pancasila berbeda yang dibuat kelompok tersebut. Pada lambang lainnya, kelompok ini mengubah bagian tengah burung yang sebelumnya berisi padi-kapas, kepala banteng, pohon beringin, rantai dan bintang menjadi bulatan berisi peta dunia dan tulisan 'GARUDA BOLA DUNIA'.

Selain merubah lambang Pancasila, kelompok ini juga diketahui merubah semboyan Bhineka Tunggal Ika. Mereka mengubahnya menjadi 'Bhineka Tunggal Ika Soenata Logawa'.

(dir/mso)