TPU Cikadut Bandung Masih Bisa Menampung Banyak Jenazah COVID-19

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 15:42 WIB
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut ditunjuk Pemerintah Kota Bandung sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi jenazah yang terpapar COVID-19. Hingga Kamis (27/4/2020), sedikitnya 40-an jenazah korban pandemi ini telah dimakamamkan di sana sejak sebulan terakhir.
TPU Cikadut (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Pemerintah DKI Jakarta saat ini kekurangan lahan tempat pemakaman umum (TPU) untuk jenazah terpapar COVID-19. Sementara di Kota Bandung lahan untuk janazah COVID-19 masih tersedia.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung Agus Hidayat mengatakan, di Kota Bandung sendiri masih memiliki lahan yang cukup luas untuk pemakaman jenazah positif COVID-19.

Pemakaman khusus jenazah positif COVID-19 ini ada di TPU Cikadut, tepatnya di Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

Menurutnya, ada sekitar dua haktare lahan yang diperuntukkan untuk jenazah terpapar COVID-19.

"Di Kota Bandung masih banyak, mudah-mudahan tidak bertambah (yang meninggal). Iya masih lah bisa (menampung) 100 kurang lebih, soalnya tidak dihitung permeter. Kita ada dua hekatre kurang lebih," kata Agus via sambungan telepon, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, di TPU Cikadut baru terisi sekitar 154 jenazah. Dari 154 itu, tidak semua jenazah merupakan pasien terpapar COVID-19.

"Tidak positif semua, hanya dari RS sudah dikategorikan COVID-19, jadi masuk ke Cikadut dan itu belum tentu positif," ungkapnya.

Agus menyebut, tipikal lahan TPU Cikadut tidak seperti lahan pemakaman yang ada di Jakarta. Menurutnya, lahan TPU Cikadut ada di dataran tinggi, sehingga tidak dapat menampung banyak.

"Kalau di sana (Jakarta) lahan rata, kalau kita lahan tidak rata (terjal), karena Cikadut agak pegunungan jadi gitu," katanya.

Untuk pemulasaran jenazah, Agus mengatakan, sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Keluarga yang hendak berziarah pun dibatasi hanya dua sampai tiga orang.

"Ziarah kita dicoba, bukan enggak boleh tapi ya kita ikuti protokol, misal bisa hanya dua tiga orang saja, dibatasi tidak berkumpul dan banyakan. Hanya dibatasi tetap boleh," pungkasnya.

(wip/mud)