ADVERTISEMENT

Bujukan Elite Demokrat ke Golkar Berujung Penolakan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 07:36 WIB
Koalisi Indonesia Bersatu
Tiga ketua umum partai anggota Koalisi Indonesia Bersatu: Ketum PPP Suharso Monoarfa, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas). (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Belum ada payung koalisi untuk menyongsong Pilpres 2024 membuat elite Partai Demokrat (PD) merayu Partai Golkar. Rayuan Partai Demokrat dimentahkan Golkar, PPP, dan PAN yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB.

Adalah Syahrial Nasution elite Demokrat yang mengaku pihaknya masih melirik Golkar untuk berkoalisi di 2024. Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang Partai Demokrat itu merayu Golkar dengan 'berdua saja cukup'.

"Partai Demokrat tidak akan terjebak pada pilihan liga koalisi Pilpres 2024 yang tersedia," kata Syahrial Nasution dalam keterangannya, Selasa (5/7).

Syahril menyebut kehadiran Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam beberapa kali silaturahmi politik tingkat tinggi merupakan langkah mencari solusi untuk bangsa ke depan. AHY, katanya, bertemu partai politik tidak semata-mata membicarakan porsi kekuasaan.

Di luar peta koalisi yang terpublikasi saat ini, Syahrial mengatakan Partai Demokrat masih memiliki opsi-opsi sebagai solusi. Salah satunya, katanya, koalisi dengan Golkar meskipun partai yang dipimpin Airlangga Hartarto itu kini sudah tergabung dalam KIB.

"Kerja sama Demokrat dengan Golkar cukup bagi kedua partai sebagai jangkar untuk mengantarkan kandidat presiden dan wakil presiden. Namun, lebih dari itu, kerja sama Demokrat-Golkar dapat menjadi solusi terciptanya stabilitas politik, perbaikan iklim demokrasi dan kembali menggenjot roda ekonomi yang saat ini sedang terpuruk," ujarnya.

Syahrial beromantisme dengan jalannya pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode yang ikut didukung Golkar. Menurutnya, pemerintahan SBY yang didukung Golkar berjalan baik.

"Tidak ada polarisasi politik identitas yang mengakar. Penegakan hukum mengedepankan profesionalisme. Demokrasi berjalan baik, namun kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat tetap tumbuh dan terjaga," katanya.

Golkar Mustahil Tinggalkan KIB

Partai Golkar menyatakan mustahil meninggalkan PPP dan PAN dalam KIB demi berkoalisi dengan Partai Demokrat. Golkar bersama KIB sudah melakukan konsolidasi hingga ke wilayah-wilayah.

"Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sudah melakukan konsolidasi secara masif hingga ke akar rumput. Kami, Partai Golkar, PAN, dan PPP semakin kuat sampai ke daerah-daerah. Ketiga partai sudah deklarasi menyatakan koalisi hingga setiap provinsi dan kabupaten dan kota," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (5/7).

"Kita terus melakukan konsolidasi hingga ke akar rumput. Kami memperkuat KIB bukan hanya ditingkat elite nasional," lanjut Ace.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat Video: NasDem Sebut Surya Paloh Tak Akan Deklarasi Koalisi di 'Last Minute'

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT