ADVERTISEMENT

Utak Atik Capres dan Koalisi dari Situasi Terkini

Mochamad Zhacky, Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 08:03 WIB
Tokoh-tokoh yang sering berseliweran masuk bursa capres potensial 2024. (Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom)
Foto: Tokoh-tokoh yang sering berseliweran masuk bursa capres potensial 2024. (Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Situasi dan kondisi politik Tanah Air nan dinamis membuat spekulasi tentang capres 2024 dan calon koalisi pengusungnya tak bisa diprediksi. Utak atik capres dan koalisi masih terus dilakukan. Belum ada keniscayaan soal siapa diusung koalisi apa dalam Pilpres 14 Februari 2024 nanti.

Dari sekian nama yang dianggap potensial untuk mendapat tiket capres 2024, bisa dibilang hanya para ketua umum (ketum) partai politik penghuni DPR-lah yang hampir pasti dapat. Tapi dari 9 ketum, hanya satu orang yang benar-benar diperhitungkan, yakni Prabowo Subianto dari Gerindra.

"Kita akan rencanakan paling lambat Agustus sudah Rakernas, (saat itu) kita akan meminta jawaban dari Pak Prabowo untuk meminta kesiapan maju dari Gerindra," kata Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/6/2022).


Lalu bagaimana dengan ketum-ketum lainnya? Dari 8, ada setidaknya 3 orang lagi yang juga dianggap punya kans, yaitu Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Namun, nama-nama yang menguat akhir-akhir ini justru di luar tiga nama terakhir, kecuali Prabowo. Siapa saja? Ada Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa. Ditambah, satu putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, yakni Puan Maharani. Mereka-mereka jugalah yang menghiasi bursa capres berdasarkan survei berbagai lembaga.

Setelah nama-namanya mengerucut, parpol mana yang mau mengusung mereka?

Sejauh ini, dari 9 parpol pemilik fraksi di DPR, baru 5 yang sudah punya koalisi. Dan dari 5 parpol, terbagi menjadi 2 koalisi, yaitu Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang digawangi Golkar, PAN, dan PPP. Lalu koalisi Gerindra dan PKB. Sedangkan 4 parpol lainnya, PDIP, NasDem, Demokrat dan PKS masih jomblo.

Dari 4 parpol sisanya, NasDem, Demokrat, dan PKS , memang makin mesra. Ketiganya juga tak malu-malu menyatakan bahwa peluang mereka berkoalisi terbuka.

"Sampai sekarang PKS masih terus menjalin komunikasi dengan berbagai partai politik lainnya, salah satunya yang saat ini intensif kami jalin adalah NasDem dan Demokrat," ujar Juru Bicara PKS Muhammad Kholid beberapa waktu lalu.

Satu parpol lagi, PDIP seperti terlihat tak khawatir. Itu pun bisa dimaklumi. Sebab, hanya partai berlambang banteng moncong putih itu yang dapat mengusung pasangan capres-cawapres tanpa harus punya koalisi.

Jika melihat peta politik seperti dijabarkan di atas, kemungkinan muncul 4 poros koalisi di Pilpres 2024 bukan mustahil.

Seperti diketahui, untuk bisa mengusung pasangan capres-cawapres, parpol ataupun gabungan parpol harus memiliki memiliki paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR tau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pileg DPR 2019. Aturan ini tertuang dalam Pasal 222 UU Pemilu.

Merujuk aturan presidential threshold seperti diatur dalam Pasal 222 UU Pemilu, skenario koalisi Pilpres 2024 kemungkinan bisa seperti berikut ini:

KIB
- Golkar 14,78% kursi DPR
- PAN 7,65% kursi DPR
- PPP 3,3% kursi DPR
- Total kursi ketiga partai, yaitu 25,73% kursi DPR

Gerindra-PKB
- Gerindra 13,75% kursi DPR
- PKB 10,09% kursi DPR
Total kursi kedua partai, yaitu 23,84%

PDIP
22,26% kursi DPR

NasDem, Demokrat, dan PKS
- NasDem 10,26% kursi DPR
- Demokrat 9,39% kursi DPR
- PKS 8,7% kursi DPR
Total kursi ketiga partai: 28,35%

Pertanyaannya kemudian, siapa capres dari 4 koalisi tersebut? Simak di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Melihat Elektabilitas Susi Pudjiastuti yang Didukung Jadi Capres 2024

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT