ADVERTISEMENT

Terbaru di Depok, Ini Deretan Daerah Pernah Digegerkan Suara Dentuman

Tim detikcom - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 14:40 WIB
ilustrasi telinga
Foto: ilustrasi/thinkstock

10. Surabaya

Warga Kota Surabaya juga pernah mendengar dentuman pada Sabtu (30/1/2021) pukul 06.24 WIB lalu. Suara tersebut terdengar dari Surabaya Utara hingga tengah kota.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Anggi Saputra menjelaskan suara dentuman itu dari Akademi Angkatan Laut (AAL). Sebab pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya kegiatan di sana.

"Itu (Suara dentuman) dari AAL. Sudah, kita sudah diberitahu informasinya sebelumnya," beber Anggi kepada detikcom, Sabtu (30/1/2021).

Meski begitu, Anggi tidak mengetahui pasti suara dentuman bersumber dari apa. Tapi ia sebelumnya diberitahu bahwa ada sejumlah taruna kembali dari Magelang dan dilakukan semacam upacara penyambutan.

"Saya tidak tahu pasti suara apa. Tapi kemungkinan dari itu meriam hampa. Informasi yang kami dapat ada sejumlah taruna yang kembali dari Magelang. Dan ada ritual penyambutan," tandas Anggi.

11. Lebak

Warga di Rangkasbitung Lebak, Banten, juga heboh oleh suara dentuman Jumat (29/1/2021). Kabar ini ramai dibicarakan di media sosial.

Disebutkan ada suara ledakan beruntun pada Jumat (29/1/2021) dini hari pukul 02.00 WIB. Warganet mengaku mendengar dan menganggap bunyi dentuman berasal dari petir. Namun ada pula yang mengaku tidak mendengar sama sekali.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Serang Tarjono mengatakan suara dentuman tersebut kemungkinan diprediksi dari suara petir. Karena saat ini khususnya di bulan Januari-Februari masih musim hujan.

"Kalau penjelasan BMKG untuk saat ini Januari-Februari puncaknya musim hujan. Fenoman La Nina-nya masih kuat dan intensitas durasi hujan masih berlangsung, kemungkinan menurut prediksi BMKG adalah dentuman diakibatkan oleh petir atau thunderstorm," kata Tarjono.

12. Mojokerto

Suara dentuman atau ledakan juga dilaporkan didengar warga Mojokerto, Jawa Timur. Sebagian warga meyakini, ledakan keras yang mengguncang Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu akibat fenomena bola api.

Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Lapan Jatim Dian Yudha Risdianto menegaskan ledakan tersebut bukan akibat jatuhnya benda dari luar angkasa. Dia mengatakan bola api yang dilihat warga Dusun Mlaten, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, bukanlah benda dari luar angkasa berupa meteor maupun asteroid.

"Analisis saya, kecil kemungkinan itu asteroid atau meteor. Karena informasi saksi bergeraknya tidak cepat. Kalau asteroid kecepatannya sangat tinggi, sama dengan kecepatan suara (1.238 km/jam). Melayangnya setinggi 25 meter di atas rumah warga. Dengan ukuran sebesar bola kaki, pasti berantakan rumahnya. Karena asteroid akan menimbulkan gelombang seperti pesawat lewat. Namun, yang dilihat warga ledakannya, bukan suara gemuruh saat benda itu lewat," kata Dian saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (28/1/2021).

Dia mengatakan dentuman yang dikenal dengan skyquake atau gempa langit itu akan terjadi saat asteroid atau meteor memasuki atmosfer bumi. Selain itu, lubang yang biasa ditimbulkan karena jatuhnya benda dari luar angkasa juga tidak ditemukan di lokasi ledakan.

BMKG pun melaporkan tidak ada aktivitas kegempaan yang terpantau saat ledakan keras terjadi di Kabupaten Mojokerto pada Rabu (20/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

13. Bali

Dentuman juga dilaporkan terdengar di Buleleng, Bali. Diduga dentuman berasal dari benda langit yang jatuh ke bumi.

"Dentuman terjadi karena gelombang kejut saat asteroid memasuki atmosfer. Gelombang kejut tersebut yang menyebabkan getaran yang terekam di seismograf. Jadi itu terjadi sebelum mencapai daratan," kata Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Rabu (27/1/2021).

Belum ada yang mengetahui lokasi jatuhnya asteroid tersebut. Thomas menduga benda langit itu jatuh ke perairan.

Terkait peristiwa ini, Thomas membandingkan dengan peristiwa di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang terjadi pada 8 Oktober 2009. Saat itu, proses masuknya meteor ke atmosfer juga terekam seismograf serta memicu bunyi ledakan dan getaran.

"Warga Bone mendengar ledakan disertai getaran kaca-kaca rumah mereka. Warga juga melihat jejak asap di langit. Dugaan Lapan bahwa itu meteor besar akhirnya mendapat bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound. Data infrasound mengindikasikan adanya asteroid jatuh yang diperkirakan berdiameter 10 meter. Belakangan diketahui juga seismograf BMKG terdekat merekam getaran 1,9 magnitudo," ungkap Thomas.

Baca selengkapnya pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT