Lanud Pekanbaru soal Dentuman di Rohul: Tak Ada Latihan Pesawat Saat Kejadian

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 10:19 WIB
Petugas mengukur panjang amplitudo letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) dari data rekam seismograf di Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Banten, Kamis (27/12/2018). PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menaikan status GAK dari WASPADA ke level SIAGA sejak Kamis (27/12) karena frekwensi letusan meningkat dengan amplitudo rata-rata 25 milimeter diiringi dentuman cukup keras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.
Ilustrasi dentuman (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Pekanbaru -

Suara dentuman keras terjadi di langit Rokan Hulu, Riau, dan membuat heboh masyarakat. Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Zukri, mengatakan tak ada latihan pesawat tempur saat dentuman itu terjadi.

"Kami latihan itu Senin-Kamis, jadi Jumat sampai Minggu tidak ada. Kalau hari kita latihan memang di wilayah itu masuk, tapi kalau Sabtu saat kejadian tidak ada," kata Zukri kepada detikcom, Selasa (7/9/2021).

Zukri mengatakan suara dentuman bisa saja berasal dari supersonic pesawat tempur. Namun dia mengatakan tidak latihan yang digelar pihaknya di akhir pekan.

"Kalau dentuman bisa konfirmasi ke pihak lain. Biasa memang ada suara supersonic dengan ketinggian sekian ada suara, tapi kalau untuk ini tidak ada," katanya.

Sebelumnya, suara dentuman keras terdengar dari langit wilayah Riau. Dentuman keras itu terdengar dua kali sehingga membuat warga geger dan penasaran.

"Saya lihat seperti meteor jatuh dari timur ke barat. Itu terlihat di langit, berekor dan cahayanya terang," ucap warga yang juga saksi mata, Warsono, Senin (6/9) kemarin.

Hanya dalam hitungan detik, petani sawit itu melihat benda bercahaya hancur lebur. Benda itu terbakar pecah hingga akhirnya tidak terlihat.

"Setelah itu, seperti menghantam atmosfer. Tidak ada bekas sama sekali, biasanya itu meninggalkan asap. Tapi ini langit seperti ini, bersih," katanya.

Warsono mengaku melihat fenomena tak biasa itu pada Sabtu (4/9), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu dia sedang membersihkan kebun miliknya di Rambah Muda, Rokan Hulu.

"Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, terlihat terbakar ada pecahan 2 kali. Saya melihat langsung," katanya.

(ras/haf)