BMKG Sebut Suara Dentuman di Malang Berasal dari Petir

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 11:15 WIB
ilustrasi telinga
Foto: ilustrasi/thinkstock
Surabaya -

BMKG menyampaikan, dentuman yang didengar warga Malang disebabkan oleh thunderstorm alias petir. Fenomena itu merupakan hal yang biasa terjadi.

"Jadi BMKG sudah melacak, di laman penyedia informasi tentang petir. Di beberapa daerah di Jatim sejak jam 00.00 WIB dini hari (Rabu) sudah terjadi hujan dan petir," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono kepada detikcom, Kamis (4/2/2021).

Daryono menjelaskan, dentuman tersebut merupakan fenomena alam yang bisa dijelaskan. Ia menampik dentuman itu dikaitkan dengan hal mistis.

"Tidak ada kaitannya dengan mistik lah, bencana dan lainnya. Itu fenomena alam yang lazim terjadi, dan bisa dijelaskan," jelasnya.

Daryono menyebut, ada beberapa daerah di Jatim yang dilanda hujan disertai petir pada Rabu (3/2) dini hari. Hal itu menyebabkan dentuman di beberapa daerah.

"Sekitar jam 12 malam atau 00.00 WIB dini hari (Rabu) itu di Lawang, Malang hujan. Lalu di Batu, Bangil, Kota Malang, Mojokerto. Itu hujan dan petir sejak tengah malam hingga subuh ya," paparnya.

Ia meminta warga tidak panik dan menyimpulkan dentuman sebagai hal yang mistis. "Tidak perlu panik. Jangan mikir mistis-mistis, ini fenomena alam yang bisa dijelaskan dengan data-data. Bukan karena meteor juga," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, suara dentuman terdengar di Malang. Dentuman itu pertama kali terdengar pada Selasa (2/2) pukul 23.00 WIB. Dentuman terdengar beberapa kali dengan frekuensi yang berdekatan.

Petugas call center BPBD Kota Malang, Aziz, mengatakan dentuman terdengar hingga Kabupaten Malang. Dentuman terdengar seperti meriam hingga getarkan kaca jendela.

"Benar, se-Malang Raya, di (Kota) Batu dengar, di Kabupaten Malang ada yang sebagian yang mendengarkan. jendela, kaca-kaca, getar-getar," kata Aziz.

Suara dentuman yang terdengar di Malang ternyata juga dirasakan beberapa warga Surabaya. Dentuman ini terjadi berulang pada Rabu (3/2) dini hari. Didi yang bertempat tinggal di Jalan Gunungsari, Surabaya, mengaku mendengar dentuman berulang kali.

"Mulai jam setengah dua (dini hari) tadi udah kedenger," ujar Didi Rosadi kepada detikcom, Rabu (3/2/2021).

Saksikan video 'Penjelasan BMKG Mengenai Pemicu Cuaca Ekstrim hingga Februari':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)