Fakta Suara Dentuman Misterius di Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 12:50 WIB
Suara dentuman terdengar di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan. (Danu Damarjati/detikcom)
Foto: Suara dentuman terdengar di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Warga di Jakarta dan sekitarnya dihebohkan dengan suara dentuman misterius. Dentuman itu hingga kini masih misteri alias belum terpecahkan dari mana asal muasalnya.

Para ahli mencari dari mana sumber dentuman misterius. BMKG menyebut dentuman misterius berasal dari suara petir di Gunung Salak.

Berikut fakta suara dentuman misterius di Jakarta:

1. Dentuman di Jaksel

Suara dentuman misterius awalnya terdengar di Jakarta Selatan pada Minggu (20/09/2020). Dentuman itu terdengar oleh seorang warga bernama Danu, sekitar pukul 20.00 WIB kemarin. Dentuman itu terdengar oleh Danu saat hujan.

Warga lainnya bernama Andini Saras yang tinggal di Kalibata, juga mendenger dentuman misterius pada Minggu (20/09/2020) pukul 19.35 WIB. Andini menilai suara dentuman itu mirip bom dan hanya berlangsung sekitar 2 menit. Bahkan tembok jendela langsung bergetar.

Polisi langsung turun tangan mengecek dentuman tersebut. Menurut Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu, Iptu Binur, dentuman misterius di Jakarta juga terdengar di Pancoran. Namun hasil pencarian sumber dentuman masih nihil. Dari Twitter juga dilaporkan suara dentuman dari Tanjung Barat, Jakarta Selatan.


2. Dentuman di Jaktim

Dentuman misterius di Jakarta juga terdengar di Jakarta Timur. Seperti yang dialami Cici yang tinggal di Cililitan, Jakarta Timur. Cici mendengar dua kali dentuman. Pertama terdengar sekitar pukul 19.30 WIB dan suara dentuman seperti gunung meletus.

Dari Twitter, netizen melaporkan sumber dentuman dari wilayah Jatibening, Bekasi. Laporan yang masuk juga menunjukkan adanya dentuman di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

3. Prediksi BMKG

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, pada Minggu (20/9/2020) memprediksi sumber dentuman misterius pertama karena gempa dangkal. BMKG tak mencatat adanya aktivitas seismik di Jakarta terkait dentuman. Namun demikian, hasil monitoring petir oleh BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Berikut rilis dari BMKG:

BMKG mencatat ada beberapa kejadian petir saat warga melaporkan suara dentuman. Beberapa warga dan netizen dari Jakarta Selatan dan Jakarta Timur melaporkan adanya beberapa suara dentuman yang terdengar antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB pada hari ini Minggu 20 September 2020.

Terkait adanya suara dentuman tersebut di atas maka BMKG menyatakan beberapa hal sebagai berikut:

1. Gempa dengan kedalaman sangat dangkal memang dapat menimbulkan suara dentuman, namun demikian saat warga melaporkan suara dentuman malam ini, BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik di Jakarta dan sekitarnya.

2. Hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta, yaitu di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

3. Namun demikian, hasil monitoring petir oleh BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

4. BMKG tidak ingin berspekulasi terkait sumber suara dentuman yang terdengar di Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Timur. Namun demikian, acuan kami adalah data hasil monitoring peralatan kami yang menunjukkan bahwa memang ada beberapa aktivitas petir yang terjadi saat rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga. Sehingga suara dentuman malam ini tidak bersumber dari gempa bumi, tetapi ada dugaan bahwa suara tersebut bersumber dari petir.

4. Dentuman Pernah Terjadi Sebelumnya

Di Bandung, dentuman misterius pernah terjadi pada 21 dan 22 Mei 2020. BMKG memastikan tidak ada kejadian gempa bumi maupun petir di Bandung. Peneliti sains atmosfer dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Erma Yulihastin mengatakan, suara dentuman yang mirip 'gempa' dari langit itu pun diduga merupakan fenomena skyquake.

Di Jawa Tengah, juga terdengar suara dentuman terdengar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah, pada (11/5/2020). Dentuman meliputi Boyolali, Solo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Kudus, hingga Pati. BMKG menganalisis ada beberapa sumber yang bisa memicu dentuman misterius itu, di antaranya sonic boom dari pesawat jet.

Warga Sleman, Yogyakarta juga mendengar dentuman misterius pada April 2020 dinihari. Pusat Studi Bencana Alam Universitas (PSBA UGM) memastikan kejadian itu tak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi. Pada bulan yang sama, juga terdengar suara dentuman di Jakarta, Depok, dan Bogor. Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan mengatakan, dentuman bukan berasal dari Gunung Salak dan Gunung Gede.

Pada 25 November 2019, dentuman misterius juga terjadi di Jawa Timur, tepatnya di Tulungagung. Kepala Subbagian Komunikasi dan Edukasi Publik LAPAN Unggul Satrio mengatakan, dentuman itu bisa terjadi karena aktivitas vulkanologi, tanah jatuh di dalam rongga bumi atau patahan yang tidak menyebabkan gempa.


5. Di Luar Negeri Pernah Terjadi

Dentuman misterius juga pernah terjadi di luar negeri. Jadi, masyarakat Indonesia jangan panik atas dentuman misterius tersebut. Dentuman itu terjadi pada 2 Desember 2014. Dentuman misterius terdengar di Inggris dan sebagian Amerika, seperti dilaporkan BBC.

Dentuman misterius terjadi di banyak negara dalam 100 tahun terakhir. Di beberapa negara masing-masing memiliki nama. Di Italia adalah Brontidi atau Bomba, di Bangladesh disebut Meriam Barisal. Sedangkan di Amerika sebutannya ada Skyquake, Moodus Noises, dan Meriam Seneca oleh penduduk North dan South Carolina. Di Jepang yakni Uminari dan di Belanda disebut Mistpoeffers.

Penyebeb dentuman misterius, para ilmuwan dan pengamat belum satu kata.
Untuk daerah pantai, ilmuwan menduga dari suara ombak membentur tebing. Ada juga dugaan ledakan metana dari kristal clathrate di dasar laut. Di daerah berpasir, diduga dari suara gumuk pasir yang amblas. Ada juga dugaan dari gempa bumi. Selain itu diduga dari sonic boom mesin pesawat jet dan dari suara meteor jatuh.

Di Kota Ambala, India juga pernah dilaporkan adanya suara dentuman misterius seperti disebut Time of India pada 25 Maret 2019. One India pada 21 Mei 2020 mengungkapkan dentuman misterius di Bengaluru diakibatkan uji coba terbang jet tempur dengan kecepatan supersonik.

Simak video 'Warga Jaksel Dihebohkan dengan Suara Dentuman Misterius!':

[Gambas:Video 20detik]



(nwy/erd)