Penjelasan LAPAN soal Ledakan Keras di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 19:21 WIB
Ini Penampakan Lokasi Ledakan Keras yang Guncang Mojokerto
Lokasi ledakan yang mengguncang Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Sebagian warga meyakini, ledakan keras yang mengguncang Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu akibat fenomena bola api. Namun, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menegaskan, ledakan tersebut bukan akibat jatuhnya benda dari luar angkasa.

Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN Jatim Dian Yudha Risdianto mengatakan, bola api yang dilihat warga Dusun Mlaten, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal bukanlah benda dari luar angkasa berupa meteor maupun asteroid.

Karena menurut kesaksian beberapa warga, bola api seukuran bola kaki tersebut melayang dengan kecepatan rendah. Bola api yang memancarkan cahaya oranye itu tidak menimbulkan suara maupun hawa panas. Warga hanya mengaku mendengar kaca rumah mereka bergetar saat benda itu melintas sekitar 25 meter di atas rumah mereka.

"Analisa saya, kecil kemungkinan itu asteroid atau meteor. Karena informasi saksi begeraknya tidak cepat. Kalau asteroid kecepatannya sangat tinggi, sama dengan kecepatan suara (1.238 Km/Jam). Melayangnya setinggi 25 meter di atas rumah warga. Dengan ukuran sebesar bola kaki, pasti berantakan rumahnya. Karena asteroid akan menimbulkan gelombang seperti pesawat lewat. Namun, yang dilihat warga ledakannya, bukan suara gemuruh saat benda itu lewat," kata Dian saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (28/1/2021).

Ia menjelaskan, dentuman akan terjadi saat asteroid atau meteor memasuki atmosfer bumi. Menurut Dian, suara dentuman itu dikenal dengan skyquake atau gempa langit. Suara skyquake tidak terdengar oleh warga Mojokerto sebelum ledakan keras terjadi di lahan bekas tambang pasir.

"Pasti tumbukan di atmosfer itu bunyinya akan keras," terangnya.

Tidak hanya itu, kata Dian, tidak ada aktivitas kegempaan yang terpantau oleh BMKG saat ledakan keras terjadi di Kabupaten Mojokerto pada Rabu (20/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Lubang yang biasa ditimbulkan karena jatuhnya benda dari luar angkasa juga tidak ditemukan di lokasi ledakan.