ADVERTISEMENT

Terbaru di Depok, Ini Deretan Daerah Pernah Digegerkan Suara Dentuman

Tim detikcom - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 14:40 WIB
ilustrasi telinga
Foto: ilustrasi/thinkstock

6. Lampung

Pada Jumat (5/2/2021) warga di Kabupaten Lampung Utara dihebohkan suara dentuman. Asal muasal suara dentuman itu masih menyisakan tanda tanya.

Dentuman dilaporkan didengar beberapa warga wilayah di Kabupaten Lampung Utara. Dentuman tersebut terdengar dua kali.

"Iya, tadi pagi memang ada cukup luas mendengar dentuman 07.40 WIB. Kalau di grup dirasakan di Kelapa Tujuh, Kebon Empat, daerah Pasar Lama, dan sekitar Kotabumi," kata analisis geolitika BMKG Lampung Utara, Teguh, saat dihubungi detikcom, Jumat (5/2/2021).

Dentuman sebelumnya juga didengar warga Lampung di sejumlah daerah mengaku mendengar dentuman pada Kamis (29/1/2021) malam.

BMKG menindaklanjuti suara dentuman di Lampung Utara itu. BMKG tak mencatat ada kejadian gempa bumi.

"Saya juga dengar, seperti ban truk meletus. Tapi saya konfirmasi ke teman yang tadi pagi, tak ada aktivitas seismik atau kegempaan di daerah Kotabumi Lampung Utara. Jadi sampai sekarang belum diketahui sumber bunyinya dari mana. Karena saya keliling juga tak menemukan ada truk mogok," jelasnya.

Sementara Lapan belum melakukan analisis mendalam. Lapan menyatakan sumber dentuman bisa berasal dari meteor. Namun, secara statistik, Lapan menilai ada keanehan.

Sedangkan, peneliti bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Robiatul Muztaba menjelaskan kaitan penemuan meteorit ini dengan suara dentuman di Lampung.

7. Malang

Suara dentuman pernah pula terdengar di Malang. Dentuman itu pertama kali terdengar pada Selasa (2/2/2021) pukul 23.00 WIB. Dentuman terdengar beberapa kali dengan frekuensi yang berdekatan.

BMKG menyampaikan dentuman yang didengar warga Malang disebabkan oleh thunderstorm alias petir. Fenomena itu merupakan hal yang biasa terjadi.

"Jadi BMKG sudah melacak, di laman penyedia informasi tentang petir. Di beberapa daerah di Jatim sejak jam 00.00 WIB dini hari (Rabu) sudah terjadi hujan dan petir," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono kepada detikcom, Kamis (4/2/2021).

Daryono menjelaskan, dentuman tersebut merupakan fenomena alam yang bisa dijelaskan. Ia menampik dentuman itu dikaitkan dengan hal mistis.

"Tidak ada kaitannya dengan mistik lah, bencana dan lainnya. Itu fenomena alam yang lazim terjadi, dan bisa dijelaskan," jelasnya.

8. Pandeglang

Warga mengaku mendengar dentuman misterius dari arah laut khususnya di pesisir Panimban, Pandeglang, Banten, Selasa (2/2/2021). Suara tersebut seperti petir dan terdengar saat tengah malam.

"Suaranya kenceng, kedengaran sampai ke rumah juga. Itu suaranya bukan kayak geledek petir, beda soalnya," kata warga Panimpang bernama Bagas.

Suara yang sama pun didengar warga lain bernama Asep. Asep cerita bahwa saat ia di pinggir pantai mendengar dentuman suara pada Selasa (2/2/2021) pukul 17.00 WIB.

"Iyah. Jelas banget suaranya. Padahal cuaca lagi cerah, enggak ada mendung-mendung kayak mau hujan," paparnya.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan dentuman yang didengar bukan dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sub Koordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengatakan Gunung Anak Krakatau meskipun saat ini di level waspada tapi belum ada indikasi terjadi erupsi.

"Kalau sampai saat ini aktivitas sampai pada level waspada di atas normal, tapi hingga saat ini belum ada indikasi terjadi erupsi atau peningkatan aktivitas jadi masih secara visual hanya ada hembusan gas, kemudian gas itu berwarna putih artinya dominan uap air tidak ada material batuan terbawa ke permukaan," kata Nia saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon di Pandeglang, Banten, Rabu (3/2/2021).

9. Sukabumi

Warga Kampung Ciherang, Sukabumi, dihebohkan suara dentuman disertai gemuruh pada Sabtu (30/1/2021) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat anomali gelombang seismik saat warga melaporkan kejadian itu. Apa penyebab gelombang seismik ini?

"Hasil monitoring BMKG terhadap beberapa sensor seismik di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai bunyi dentuman," kata Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).

Daryono menjelaskan durasi rekaman seismik hanya berlangsung selama tujuh detik. Durasi seismik ini berlangsung saat di atas pukul 19.00 WIB.

"Tampak sangat jelas adanya rekaman seismik yang terjadi pada pukul 19.00.36 WIB hingga 19.00.43 WIB. Lama durasi rekaman seismik berlangsung cukup singkat hanya selama 7 detik," ungkapnya.

Warga Surabaya juga pernah digegerkan suara dentuman, baca pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT