ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Apakah Boleh Saya Menghibahkan Seluruh Harta Sebelum Meninggal?

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 08:42 WIB
Ilustrasi warisan
Foto: Ilustrasi harta warisan (Getty Images/iStockphoto/Thitiphat Khuankaew)

Jawaban untuk pertanyaan ketiga

Pembagian harta warisan ibu dari NN. Dari kasus posisi yang disampaikan oleh NN, ketika ibu dari NN meninggal dunia, ahli waris yang ditinggalkan dengan kondisi saat ini adalah suami dan 9 (sembilan) orang anak, anak dengan suami terdahulu ditambah dengan anak dengan suami sekarang.

NN tidak menceritakan saudara seibunya apakah semua perempuan juga atau ada yang laki-laki. Jika semua perempuan, memiliki porsi bagian yang sama besar, sedangkan jika ada yang laki-laki, berdasarkan ketentuan Pasal 176 Kompilasi Hukum Islam (KHI), bagian anak laki-laki dua berbading satu dengan bagian anak perempuan.
Jika diasumsi seluruh anak dari ibu NN adalah perempuan, pembagian untuk masing-masing ahli waris adalah sebagai berikut:

Suami mendapatkan ΒΌ x 12 (asal masalah atau Kelipatan Persekutuan Terkecil [KPK] yang digunakan = 3/12;
9 (sembilan) orang anak perempuan mendapatkan 2/3 x 12 = 8/12;

Total pembagian harta waris di atas adalah 11/12. Dalam kondisi demikian dilakukan rad, sebagaimana ketentuan Pasal 193 Kompilasi Hukum Islam (KHI), sehingga bagian suami menjadi 3/11 dan bagian 9 (sembilan) orang anak perempuan menjadi 8/11. Untuk memudahkan pembagian kepada setiap ahli waris dilakukan tashhih masalah, sehingga bagian masing-masing menjadi:

Suami memperoleh 27/99 bagian;
9 (sembilan) orang anak perempuan memperoleh 72/99 bagian atau masing-masing memperoleh 8/99.

Demikian jawaban dari kami, semoga masalah keluarga Anda segera terselesaikan dan kembali hidup rukun

Wasalam

Tim Pengasuh detik's Advocate

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Simak selengkapnya cara mengirim pertanyaan ke detik's advocate di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT