Jajaran BNN Dicecar Senayan: Artis Narkoba hingga Main Kewenangan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 05:44 WIB
Komisi III-BNN Kompak Berjaket ‘War on Drugs’ (Foto: Rolando/detikcom)
Foto: Rapat Komisi III DPR RI dengan BNN (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta -

Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Jajaran BNN yang hadir pun dicecar oleh para wakil rakyat di Senayan soal artis yang terjerat narkoba hingga 'main' kewenangan.

Rapat itu digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022) dengan dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir dan Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose. Mayoritas anggota Komisi III DPR dan BNN kompak memakai jaket bertulisan 'War on Drugs'.

"Untuk mendukung kerja-kerja dari BNN, hari ini, sebagian besar dari Komisi III memakai jaket War on Drugs," kata Adies.

Prihatin Nia Ramadhani-Ardi Bakrie Divonis Penjara

Cecaran pertama dari Komisi III terhadap BNN berkaitan dengan kasus narkoba yang menjerat Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Mereka mengaku prihatin Nia dan Ardi justru divonis penjara.

"Ya kita prihatin, kayak kemarin kasus Ardi Bakrie, jelas-jelas yang diketahui, pemakai. Tapi bukan rehabilitasi hukumannya, hukuman penjara," kata anggota Komisi III, Habiburokhman.

Habiburokhman menyoroti perbedaan hukuman bagi pemakai, pengedar, dan bandar narkoba. Dia curiga para penegak hukum tidak terlalu paham mengenai perbedaan tersebut.

"Ini kan secara ilmiah tidak pas menurut kita. Hal tersebut menurut saya bisa jadi penegak hukumnya juga nggak paham detail, belum tercerahkan," ujarnya.

Selain itu, Habiburokhman menilai harus ada perbedaan hukuman bagi pemakai hingga bandar. Menurutnya, kasus narkoba yang menjerat sosok-sosok terkenal, banyak terjadi di Indonesia.

"Bagaimana perbedaannya pemakai dan pengedar dan bagaimana keharusan perbedaan treatment ya kita prihatin. Yang begini ini kasus karena itu orang terkenal banyak, saya pikir banyak terjadi di seluruh Indonesia," ucap Habiburokhman.

Anggota Komisi III Fraksi PDIP, Safaruddin, juga menyoroti vonis bui Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Menurut Safaruddin, kasus tersebut sepatutnya diasesmen sehingga Nia Ramadhani dan Ardi direhabilitasi, bukan divonis bui.

"Kalau saya lihat itu nggak usah kayak Ardi Bakrie, itu kalau saya harus diasesmen BNN atau BNNP, ini korban, korban. Supaya restorative justice di polres-polres, polda-polda, bisa direhabilitasi saja. Jadi supaya jangan sampai penuh LP," timpal Safaruddin.

Curiga BNN Punya List Artis Pemakai Narkoba

Anggota Komisi III DPR RI, Heru Widodo, menyinggung anggapan negatif atau stigma BNN punya daftar artis pemakai narkoba yang akan ditangkap. Heru menilai yang perlu ditangkap adalah bandar, bukan pemakai.

"Di masyarakat ini muncul stigma bahwa ini sebetulnya kepolisian, BNN, sudah tahu, sudah mengantongi nama-namanya, siapa yang sudah giliran untuk ditangkap," ucap Heru Widodo.

BNN, kata Heru Widodo, seharusnya langsung saja menangkap bandar narkoba. Bukan hanya pemakai yang kerap ditindak oleh BNN dan kepolisian.

"Nah ini saya kira perlu Pak, kalau memang sudah betul tahu ya langsung saja sikat bandarnya, jangan kemudian pemakainya ditangkap-tangkapi, tapi bandarnya langsung," terangnya.

Heru menyoroti ada banyaknya selebriti yang ditangkap karena memakai narkoba. Di tahun 2022 ini saja, sudah ada dua artis yang ditangkap.

"Ada 13 selebriti kita tertangkap narkoba itu ada dari komika, dari musisi, pemain sinetron, dan sebagainya. Masuki 2022 ini sudah 2 selebriti tertangkap karena narkoba," kata Heru Widodo.

Legislator dari Fraksi PKB ini menilai penindakan jangan hanya kepada pemakai. Perlu juga didalami hingga ke bandar.

"Saya ingin sampaikan, jangan sekadar penggunaannya, Pak, jangan sekadar korbannya saja yang ditindak. Justru yang harus kita pendalaman adalah ini tentu pasti ada bandarnya," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak Video: Waduh! Anggota DPR Dapat Laporan Ada Anggota BNN Main Kewenangan

[Gambas:Video 20detik]