Kepala BNN Jawab Stigma Punya List Artis Pakai Narkoba

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 15:39 WIB
Kepala Badan Nasional Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose menunjukkan barang bukti narkoba saat press release di Jakarta, Senin (17/1/2022).
Komjen Petrus Reinhard Golose (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI, Heru Widodo, menyampaikan ada stigma di masyarakat soal Badan Narkotika Nasional (BNN) mengantongi nama selebriti pengguna narkoba. Kepala BNN, Komjen Petrus Reinhard Golose, menepis stigma tersebut.

"Memang kaitan dengan selebriti, kami mungkin kita jarang untuk menangkap selebriti, biasanya di kesatuan atau institusi yang lain," kata Komjen Petrus dalam rapat kerja Komisi III, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Komjen Petrus menyebut institusinya tidak akan membuat daftar tangkapan dan menunda penangkapan.

"Dan kami tidak, kalau kami sudah kantongi pasti kami tangkap Pak, jadi tidak ada seperti cerita bahwa kalau sudah kantongi tapi sambil ditunggu," imbuhnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Heru Widodo menyinggung anggapan negatif atau stigma BNN punya daftar artis pemakai narkoba yang akan ditangkap. Heru menilai yang perlu ditangkap adalah bandar, bukan pemakai.

"Ada 13 selebriti kita tertangkap narkoba itu ada dari komika, dari musisi, pemain sinetron, dan sebagainya. Masuki 2022 ini sudah 2 selebriti tertangkap karena narkoba," kata Heru Widodo.

Legislator dari Fraksi PKB ini menilai penindakan jangan hanya kepada pemakai. Perlu juga didalami hingga ke bandar.

"Saya ingin sampaikan, jangan sekadar penggunaannya, Pak, jangan sekadar korbannya saja yang ditindak. Justru yang harus kita pendalaman adalah ini tentu pasti ada bandarnya," ujarnya.

Heru Widodo lantas bicara stigma bahwa BNN dan polisi memiliki daftar artis yang menggunakan narkoba kemudian akan ditangkap.

"Di masyarakat ini muncul stigma bahwa ini sebetulnya kepolisian, BNN, sudah tahu, sudah mengantongi nama-namanya, siapa yang sudah giliran untuk ditangkap," ucapnya.

(rfs/aik)