Round-Up

Beda Nasib Sekolah Tatap Muka di Berbagai Daerah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 22:03 WIB
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka hari pertama, di SDN 06 Lapai, Padang, Sumatera Barat, Senin (4/1/2021). Pemkot Padang membuka sekolah untuk belajar tatap muka dan wajib mengikuti protokol kesehatan COVID-19 dengan jumlah isi kelas hanya 50 persen, sebagian belajar daring di rumah. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.
Ilustrasi sekolah tatap muka. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

Di awal Januari 2021, Mendikbud Nadiem Makarim telah mengizinkan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru 2021 yang dimulai Januari ini. Namun, tiap-tiap daerah memiliki kebijakan yang berbeda.

Awalnya, Nadiem mengeluarkan kebijakan terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi. Nadiem kini memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai 2020/2021.
Nadiem menegaskan sekolah pembelajaran jarak jauh atau PJJ punya dampak negatif terhadap siswa maupun orang tua. Dampak itu termasuk psikososial.

"Mulai Januari 2021, ada tiga pihak yang menentukan apakah sekolah itu boleh dibuka atau tidak. Yang pertama adalah pemdanya sendiri, pemda atau dalam situasi yang lain kanwil atau kantor Kemenag," kata Nadiem Makarim dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, 20 November 2020.

Bulan Januari 2021 pun tiba. Beberapa daerah mengaku batal menerapkan sekolah tatap muka gegara mempertimbangkan pandemi Corona atau COVID-19 yang tidak juga mereda. Namun, ada juga daerah yang telah menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Berikut kebijakan sekolah tatap muka di berbagai daerah:

Pemprov Sumut Belum Diizinkan Sekolah Tatap Muka

Pemprov Sumatera Utara (Sumut) mengatakan belum ada izin pelaksanaan sekolah tatap muka saat pandemi COVID-19 di Januari 2021. Belajar tetap digelar secara daring.

"Belum ada (izin sekolah tatap muka), iya (belajar daring)," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Alpian Hutauruk, saat dimintai konfirmasi, Senin (4/1/2021).

Alpian mengatakan hal ini sudah diputuskan dalam rapat koordinasi yang dilakukan Pemprov Sumut bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut, psikolog anak, dan ahli epidemiologi. Rapat digelar pada Rabu (30/12/2020).

Rapat itu menghasilkan enam kesimpulan tentang sekolah tatap muka. Kesimpulan itu tertuang dalam laporan hasil rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung tahun 2021.

"Dari bidang kesehatan seluruh ahli menyatakan tidak mendukung pembelajaran tatap muka di bulan Januari 2021 dikarenakan tingkat penularan yang makin tinggi, kasus COVID-19 pada anak di Sumut yang terus meningkat," tulis poin pertama dalam kesimpulan hasil rapat.

Pada poin kedua, terdapat rekomendasi dari bidang pendidikan tentang sekolah tatap muka. Berbagai pihak di bidang pendidikan menilai sekolah tatap muka baru bisa dilakukan mulai Februari 2021.

"Dari bidang pendidikan merekomendasikan dimulainya pembelajaran tatap muka paling cepat pada tanggal 1 Februari 2021 dengan pertimbangan zonasi wilayah, kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan, dan daftar periksa yang menjadi syarat yang harus dipenuhi sekolah sesuai SKB 4 menteri," tulis kesimpulan rapat.

Berikutnya, terdapat poin yang menjelaskan apabila ada siswa yang terpapar COVID-19, maka pembelajaran tatap muka di sekolah akan dihentikan. Selain itu, pemerintah bakal menyusun mekanisme pengawasan kesehatan secara berjenjang jika dilakukan sekolah tatap muka.

Selain itu, kesimpulan rapat juga menjelaskan sekolah tatap muka sudah dilaksanakan di Kabupaten Batubara sejak November 2020. Di dalam rapat disebut pelaksanaan sekolah tatap muka itu berjalan aman.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menyebut pihaknya bakal membahas lagi rencana sekolah tatap muka pada Maret mendatang.

"Dari hasil rapat, ahli tentang anak-anak khususnya dalam sekolahan itu belum mengizinkan akibat COVID-19 yang belum usai. Maret dibicarakan lagi," kata Edy di Medan, Senin (4/1/2021).

Dia mengatakan semua sekolah belum diizinkan menggelar belajar tatap muka. Edy menyebut dirinya bakal menggelar rapat lagi bersama para ahli pada Maret 2021 untuk membahas pelaksanaan sekolah tatap muka.

Pemprov Riau Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka

Pemprov Riau belum memberi izin sekolah untuk memulai kegiatan belajar mengajar tatap muka di Januari 2021. Alasannya, kasus positif COVID-19 di Bumi Lancang Kuning masih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Zul Ikram, mengatakan keputusan itu diambil setelah rapat bersama Wakil Gubernur, Edy Natar Nasution dan Satgas COVID-19 pada Desember 2020. Sekolah tatap muka yang telah diizinkan pemerintah pusat digelar pada Januari 2021 diputuskan tak dilaksanakan di Riau.

"Mengingat masih tingginya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Riau. Sekolah belum diizinkan tim Gugus Tugas, dan arahan Wagub," kata Zul kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

Zul mengatakan Pemprov Riau awalnya merencanakan sekolah tatap muka digelar pada Januari 2021. Namun, pihaknya menunda hal tersebut dan masih melihat kondisi kasus positif Corona usai libur Natal dan tahun baru 2021.

Dari hasil rapat bersama Satgas COVID-19, Dinas Kesehatan, dan ahli epidemiologi, katanya, pelaksanaan sekolah tatap muka bakal dibahas lagi 2 pekan setelah masa libur Natal dan tahun baru usai. Namun, hal itu juga tergantung jumlah kasus Corona di Riau.

Dia juga buka suara soal adanya pihak sekolah yang mengirimkan surat ke orang tua siswa terkait persiapan sekolah tatap muka. Zul menegaskan sekolah tatap muka belum diizinkan di Riau.