Sekolah yang Siap Tatap Muka di Blitar Wajib Ajukan Proposal Dulu

Erliana Riady - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 17:35 WIB
dinas pendidikan blitar
Dinas Pendidikan Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Blitar meminta sekolah mengajukan proposal jika menggelar sekolah tatap muka. Namun sampai hari ini, belum ada lembaga pendidikan yang mengajukannya.

Kepala Diknas Pemkab Blitar Budi Kusumarjaka mengatakan kondisi paparan virus COVID-19 di Kabupaten Blitar dinilai mengkhawatirkan. Apalagi untuk proses pembelajaran tatap muka (PTM). Dalam rapat koordinasi yang digelar Minggu (3/1) malam disampaikan, pemerintah pusat pada intinya menyerahkan keputusan PTM ke pemda masing-masing.

"Secara lisan, Bapak Bupati meminta break down maping per desa untuk SD. Namun untuk SMP kan tingkatnya kecamatan, sementara semua kecamatan di sini zonanya masih merah," paparnya dikonfirmasi detikcom, Senin (4/1/2021).

Selain itu, Diknas Blitar sepakat dengan semua lembaga pendidikan untuk mengajukan proposal kesiapan mereka menggelar PTM. Begitu pihaknya menerima proposal itu, akan dikoordinasikan dengan Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar.

Selanjutnya, imbuh dia, diknas akan melakukan verifikasi ke lapangan, apakah mendapat rekomendasi satgas atau tidak. Jika mendapat rekomendasi itu, baru diknas yang menentukan berapa prosentasi tingkat kehadiran siswa akan ditentukan.

"Tapi sampai hari ini belum ada yang mengajukan proposal. Hari ini, kami membagikan surat edaran yang isinya, selama belum ada persetujuan Bupati Blitar, maka PTM tidak diperkenankan," tegas Budi.

Budi mengakui pembelajaran daring menurunkan kuantitas dan kualitas anak didik. Namun saat pandemi seperti sekarang ini, pembelajaran bisa disampaikan 50 persen saja ke siswa didik sudah dinilai bagus.

Apalagi masalah sinyal, masih kerap ditemui di lokasi wilayah perbukitan. Baik di wilayah sisi utara maupun selatan Kabupaten Blitar. Namun kendala ini, dieliminir dengan hadirnya guru ke rumah anak didik secara bergiliran.

"Alhamdulillah, ini proses penilaian akhir semester sudah selesai. Raport sudah dibagikan. Dan semua bisa naik kelas, walaupun dengan segala keterbatasan kondisi saat pandemi," pungkasnya.

(iwd/iwd)