Round-Up

8 Pernyataan RK Usai Diklarifikasi soal Kerumunan HRS di Mabes Polri

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 07:57 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta. Kang Emil dimintai klarifikasi terkait acara Habib Rizieq di Bogor.
Ridwan Kamil (Foto: Agung Pambudhy)

3. Ridwan Kamil Imbau Pemimpin Berkata-kata Sejuk

Selain berbicara soal kerumunan massa, Ridwan Kamil juga menyampaikan imbauan kepada para pemimpin agar menjaga lisan. Dia mengatakan para pemimpin harus mampu menjaga tindakan selama pandemi ini.

"Saya mengimbau kepada masyarakat, kepada para pemimpin di level komunitas, pemimpin partai, pemimpin wilayah, semuanya, untuk menjaga lisan, menjaga tindakan selama COVID ini," kata Ridwan Kamil.

"Kata-katanya yang sejuk, bukan yang bikin ngamuk. Tindakannya yang inspiratif, bukan yang bikin provokatif," sambungnya.

Dia mengakui ada banyak pelanggaran protokol kesehatan di kala pandemi COVID-19 ini. Pelanggaran juga muncul saat demo hingga rangkaian kegiatan pilkada. Dia lalu mengingatkan soal adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Pemerintah mengizinkan masyarakat untuk berkegiatan asal AKB, adaptasi kebiasaan baru. Maulidan boleh, asal AKB. Maksimal 50 orang, sisanya pakai HP. Pernikahan juga boleh, tapi maksimal berapa orang," ujarnya.

4. Ridwan Kamil Tanggapi soal Sanksi Pemberhentian karena Prokes

Ridwan Kamil merespons risiko kena sanksi pemberhentian dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian gara-gara kasus kerumunan acara Habib Rizieq di Bogor. RK mengutip Al-Qur'an.

"Pak, katanya nanti disanksi oleh Mendagri, mungkin ada pertanyaan, ya. Saya kira urusan di republik ini kita serahkan kepada aturan perundang-undangan, karena pada dasarnya semua jabatan ini ada risikonya, tapi harus berasaskan adil," kata Ridwan Kamil.

Dia memahami, pemberhentian kepala daerah dilakukan apabila seorang kepala daerah melakukan tindakan tercela. Namun, saat ini, masalahnya bukan perbuatan tercela kepala daerah, namun kondisi di masyarakat yang dinamis.

"Tapi kalau dinamikanya datang dari pihak masyarakat, ya masa logika ini diperlakukan. Tapi kita setuju itu," kata Ridwan Kamil.

"Walaupun bagi saya secara pribadi yang namanya jabatan itu kan hanya sementara, bukan segalanya. Saya diajari dalam syariatnya," kata Ridwan Kamil seraya mengutip ayat dalam Alquran.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4