Round-Up

Sorotan Dewan-Pakar ke Anies Gegara Corona di Ibu Kota Terus Naik

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 20:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmikan tugu peti mati korban COVID-19 di Jakarta Utara. Tugu peti mati itu dibuat sebagai peringatan akan bahaya COVID-19.
Tugu Peti Mati di Sunter (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Jakarta di level mengkhawatirkan. Kondisi ini menyedot perhatian kalangan anggota DPRD DKI Jakarta hingga pakar.

Positivity rate COVID-19 di Jakarta tergolong tinggi karena di atas rata-rata dunia. Positivity rate adalah perbandingan jumlah orang yang positif dengan orang yang dites. Positivity rate menggambarkan seberapa banyak orang yang kena COVID-19 di suatu kawasan.

Selain itu, petugas di TPU Pondok Ranggon memprediksi sisa lahan di TPU bisa menampung jenazah COVID-19 hingga dua bulan ke depan. Hal itu merujuk pada jumlah rata-rata jenazah korban COVID-19 yang dimakamkan pada Agustus 2020 berkisar 27-28 jenazah per hari.

"Lahan kami untuk jenazah COVID-19 tersisa 1.100 lubang makam untuk muslim dan nonmuslim," ujar Komandan Regu TPU Pondok Ranggon, Nadi (47), seperti dilansir Antara, Jumat (4/9/2020).

Atas kondisi ini, anggota DPRD DKI Jakarta dan pakar angkat bicara serta meminta Anies tegas dalam penerapan protokol kesehatan. Penerapan PSBB juga diperketat, termasuk mencari tempat alternatif untuk pemakaman jenazah Corona.

Berikut ini sorotan Dewan hingga pakar ke Anies gegara kasus Corona di Ibu Kota terus naik:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4