Kasus COVID Naik, Pemprov DKI Diminta Perketat Lagi PSBB-Ganjil Genap Dihapus

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 07:03 WIB
Pemprov DKI Jakarta meniadakan pelaksanaan 32 kawasan khusus pesepeda mulai hari ini. Hal itu dilakukan karena masih ada warga yang tak patuh protokol kesehatan
Ilustrasi (Suasana Jakarta saat pandemi corona /Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Iwan Ariawan mengatakan transmisi penularan virus Corona di DKI Jakarta meningkat sejak PSBB dilonggarkan. Pakar mengusulkan agar PSBB di Ibu Kota kembali diperketat.

"Transmisi COVID-19 di DKI Jakarta meningkat terus sejak PSBB dilonggarkan. Berati protokol kesehatan belum bisa menggantikan PSBB untuk menekan transmisi COVID-19," kata Iwan kepada wartawan, Senin (7/9/2020).

Iwan mengusulkan agar PSBB di Jakarta kembali diperketat atau cakupan warga yang menggunakan masker harus di atas 85 persen.

"Kami mengusulkan untuk PSBB diperketat lagi atau cakupan protokol kesehatan ditingkatkan, cakupan penduduk yang menggunakan masker pada saat di luar rumah harus 85% atau lebih tinggi," katanya.

Iwan menjelaskan berdasarkan hasil kajian peneliti asal Florida International University, Amerika Serikat, penggunaan masker minimal 85% untuk bisa mengendalikan wabah. Dia menyebut berdasarkan pengamatan penggunaan masker di DKI masih di bawah angka itu.

"Dari referensi ini, perlu 85% pemakaian masker baru wabah bisa terkendali. Pemantauan pemakaian masker dengan aplikasi oleh volunteer sedang diujicobakan. Cakupannya kita belum tahu. Dari pengamatan saja, cakupannya masih di bawah 85%," tuturnya.

Selain itu, Iwan juga menyarankan agar aturan ganjil genap kendaraan di DKI tidak diberlakukan. Dia menyebut, kebijakan itu guna mencegah kerumunan di angkutan umum.

"Iya, (ganjil genap kendaraan) untuk tidak diberlakukan, untuk menghindari kerumuman di angkutan umum," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2