Round-Up

17 Fakta Perusakan Polsek Ciracas Berujung 29 Prajurit TNI AD Jadi Tersangka

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 06:00 WIB
Suasana pasca penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). Polsek Ciracas dikabarkan diserang oleh sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Polsek Ciracas. (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta -

Peristiwa ini berawal dari kabar bohong yang diduga dihembuskan oleh Prada M Ilham disebut menjadi sumber dari peristiwa penyerangan markas Polsek Ciracas pada Sabtu 29 Agustus 2020.

Prada Ilham, yang merupakan anggota Satuan Direktorat Hukum TNI Angkatan Darat (AD), mengendarai sepeda motor dan melaju di kawasan Ciracas dan mengalami kecelakaan tunggal pada Kamis 27 Agustus 2020.

Prada Ilham lantas diduga menyebarkan berita bohong bila mengalami pengeroyokan. Kemudian, terjadi penyerangan di Mapolsek Ciracas yang mengakibatkan sejumlah kendaraan dan bangunan di Polsek Ciracas dirusak hingga dibakar. Selain Polsek Ciracas, Polsek Pasar Rebo diserang.

POM TNI AD kemudian turun tangan melakukan investigasi. Hasil investigasi itu disampaikan oleh Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko, dalam konferensi pers, pada Kamis (3/9/2020).

Panglima Kodam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dan Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Muis dan Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam Jaya Kolonel CPM Andrey Swatika Yogaswara serta pihak RSPAD turut memberikan penjelasan.

Berikut 17 Fakta Perusakan Polsek Ciracas Berujung 29 Prajurit TNI AD Tersangka:

29 Tersangka Ditahan

Sedikitnya 29 orang prajurit TNI AD dari berbagai satuan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus perusakan Polsek Ciracas.Mereka langsung ditahan.
"Hasil penyelidikan dan penyidikan mulai tanggal 29 Agustus 2020 sampai dengan 2 September 2020, pukul 24.00 WIB sebagai berikut. Yang sudah diperiksa sebanyak 51 personel, personel dalam hal ini prajurit, terdiri dari 19 satuan," ujar Dodik.

"Yang sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka dan sudah diajukan penahanan sebanyak 29 personel," imbuh Dodik.

Menurut Dodik, ada 21 personel lainnya masih dilakukan pendalaman. Dodik juga mengatakan ada pula 1 orang yang statusnya sebagai saksi.

"Dilakukan pendalaman sebanyak 21 personel. Satu orang dikembalikan karena statusnya adalah murni saksi namun proses penyidikan masih terus berjalan sampai tuntas semuanya," kata Dodik.

Oknum TNI Tak Percaya Polsek Ciracas soal Prada MI

Motif penyerangan Polsek Ciracas pun diungkap.

"Motif perbuatan para tersangka sebagai berikut: Pertama, melakukan tindakan balasan terhadap pengeroyokan yang dilakukan terhadap Prada MI meskipun kenyataannya dari hasil penyelidikan Prada MI menyampaikan berita bohong," ujar Dodik.

Menurut Dodik, rekan-rekan Prada MI ini tidak puas atas keterangan Polsek Ciracas. Oleh karena itu, mereka melakukan penyerangan sebagai bentuk kemarahan.

Selain itu, para oknum TNI melakukan penyerangan sebagai bentuk setia kawan terhadap Prada MI. Belakangan diketahui Prada MI menyampaikan berita bohong."Dua merasa tidak puas dan tidak percaya atas keterangan dari pihak Polsek bahwa Prada MI mengalami kecelakaan tunggal," ucap Dodik.

"Tiga, jiwa korsa terhadap Prada MI. Keempat melampiaskan karena sudah terprovokasi oleh berita bohong yang berkembang di antara mereka," sebut Dodik.

Prada Ilham Jalani Tes Narkoba

TNI masih menunggu hasil perihal dugaan penggunaan narkoba oleh Prada Ilham. Saat ini, sampel urine hingga darah Prada Ilham masih diperiksa.
"Atas dugaan penggunaan narkoba Prada MI telah dilakukan upaya pengambilan sampel urine, darah, dan sampel rambut," kata Dodik

Dodik mengungkapkan sampel tersebut telah diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka pemeriksaan. Polisi Militer TNI AD tengah menunggu hasil pemeriksaan tersebut.

"Semuanya sudah diserahkan kepada laboratorium forensik BNN yang ada di Lido. Saat ini kami penyidik Polisi militer TNI Angkatan Darat sedang menunggu hasil pengecekan laboratorium," tuturnya.

Daftar Kerusakan di Polsek Ciracas

Serangan itu menyebabkan sejumlah orang luka dan kerusakan materi.
"Akibat dari perbuatan oleh beberapa kelompok oknum TNI yang bergerak dari Arundina menuju Polsek Ciracas terjadi tindakan perusakan dan kekerasan fisik," kata Dodik.

Dodik membacakan ada 9 perusakan yang dilakukan, yaitu:

1. Pemecahan kaca kaca mobil
2. Perusakan sepeda motor
3. Perusakan etalase warung
4. Perusakan gerobak
5. Perusakan kaca SPBU
6. Perusakan kaca showroom mobil
7. Penganiayaan terhadap masyarakat
8. Perampasan dan perusakan handphone (HP)
9. Penembakan menggunakan pistol air soft gun.

Dodik menegaskan Puspom TNI AD akan menyelesaikan kasus ini hingga tuntas sampai di proses peradilan.

Petinggi TNI AD Talangi Ganti Rugi Kerusakan

Pimpinan TNI AD memutuskan akan menalangi biaya ganti rugi korban tindakan anarkis sekelompok oknum prajuritnya yang menyerang Polsek Ciracas.
Namun seluruh oknum TNI AD yang telah ditetapkan sebagai tersangka tetap harus mengganti uang talangan tersebut.

"Kerugian fisik dan barang-barang akibat pemukulan dan perusakan, pimpinan TNI AD melalui Pangdam Jaya (Mayjen Dudung Abdurachman) melakukan proses pendataan dan penggantian dengan talangan," jelas Dodik.

"Namun penggantian sesungguhnya dilaksanakan oleh para tersangka," sambung Dodik.

Dia pun meminta partisipasi masyarakat yang menjadi korban ataupun saksi tindakan anarkis sekelompok oknum prajuritnya tersebut. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat membuat proses penyelidikan dan penyidikan semakin jelas.

Dia lalu mengangkat sebuah kertas yang bertuliskan dua nomor ponsel, yaitu nomor ponselnya sendiri, 0818998585, dan nomor ponsel Kolonel Cpm Yogaswara, 082314197676.

16 Korban Penganiayaan, 83 Unit Kerusakan Materil

Warga sipil turut menjadi korban oknum TNI yang melakukan penyerangan di Polsek Ciracas. Data korban-korban oknum TNI itu terungkap.
"Tentang jumlah pengaduan, korban penganiayaan sampai saat ini ada 16 orang, kemudian kerusakan materil 83 unit," kata Dodik.

Dari jumlah korban tersebut, ada yang rugi materil dan juga jiwa raga. Kendaraan mereka dirusak lalu dipukuli juga.

"Ada keterangan 9 orang mengalami penganiayaan dan kerugian materil. Jadi ada yang motornya dirusak dan kemudian orangnya pun dipukul," kata Mayjen Dudung.

Dudung menyebut sudah tercatat 90 orang yang berhak mendapatkan ganti rugi per 2 September 2020. Hampir seluruh korban sudah mendapat bayaran ganti rugi.

"Dari yang sudah dibayar ada 79 orang. Ini totalnya sekitar Rp 305.786.000. Yang belum terbayar ini ada 11 orang sekitar Rp 82.000.000," kata Dudung.

Ganti Rugi Gerobak hingga Sepeda Motor

Gerobak dan sepeda motor yang rusak parah diganti dengan yang baru.

"Korban fisik misalnya contoh ada gerobak yang terbalik dan hancur, perintah pimpinan AD agar gerobak yang sudah hancur diganti yang baru. begitu juga kemarin ada motor yang terbakar, sebagian depannya terbakar dan sulit diperbaiki untuk diperbaiki, ini langsung diganti beli motor yang baru," ujar Panglima Kodam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dalam konferensi pers di Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2020).

Dudung menambahkan TNI juga akan mengganti rugi kaca-kaca di rumah makan dan gerobak yang dirusak oknum anggota TNI.

Selain mengganti rugi kerusakan materiil, TNI AD membantu korban yang mengalami luka-luka terkait biaya perawatan di rumah sakit. Santunan juga akan diberikan.