POM Juga Dalami Keterlibatan Oknum TNI AU dan AL di Perusakan Polsek Ciracas

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 11:15 WIB
TNI jumpa pers soal penyerangan Polsek Ciracas (Foto: Sachril/detikcom)
TNI menggelar jumpa pers soal penyerangan Polsek Ciracas. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Perusakan Polsek Ciracas oleh sekitar 100 oknum TNI rupanya tidak hanya dilakukan oleh pelaku dari matra Angkatan Darat (AD). Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengejar oknum dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) yang ikut terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Sampai saat ini sudah ada 29 sebagai tersangka dan ini belum selesai. Berkaitan dengan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polisi Militer, baik Puspom TNI maupun Puspomad, ditemukan ada indikasi di TKP tidak hanya prajurit dari matra darat," ujar Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Muis dalam konferensi pers di Markas Puspom TNI AD, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2020).

Sejauh ini, Puspom TNI menemukan sudah ada 8 oknum dari TNI AL dan TNI AU yang terlibat. Saat ini, kata Mayjen Eddy, pihaknya masih melakukan pengembangan.

"Ditemukan indikasi adanya prajurit dari matra lain, yang sampai saat ini baru kita temukan 8 berdasarkan hasil pemeriksaan dan terus akan kita kembangkan," sebutnya.

"Polisi militer TNI sudah mengambil langkah, yang pertama para prajurit yang terkait dari matra lain, kami sudah menghubungi komandan satuannya untuk segera bisa dihadirkan. Kami sedang proses untuk menghadirkan yang bersangkutan," imbuhnya.

Puspom TNI akan bekerja sama dengan Puspom TNI AL serta Puspom TNI AU untuk menyelidiki pelaku dari dua matra tersebut yang terlibat pada penyerangan Polsek Ciracas dan sekitarnya. TNI memastikan akan menyelesaikan kasus ini secara transparan.

"Puspom TNI akan bekerja sama dengan Puspom Angkatan Udara dan Puspom Angkatan Laut untuk memeriksa prajurit-prajurit tersebut. Kita berharap terhadap rekan-rekan bila memiliki informasi tolong diberikan. Kita berharap kasus ini dapat terbuka terang benderang dan dapat diikuti secara transparan," tegas Mayjen Eddy.

"Sesuai perintah pimpinan, diusut tuntas. Prajurit harus disiplin, prajurit harus mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan," tambah dia.

Mayjen Eddy juga mengingatkan kepada para prajurit TNI untuk berlaku sesuai tugas dan kewajibannya. Ia meminta para prajurit tidak melupakan Sapta Marga serta Sumpah Prajurit.

"Banyak prajurit yang baik, tetapi prajurit yang salah harus mempertanggungjawabkannya. Prajurit harus berpegang oleh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Patuh dan taat kepada pimpinan, dan taat kepada hukum. Ini yang harus dilakukan prajurit," tutur Mayjen Eddy.

Seperti diketahui, penyerangan Polsek Ciracas dan sekitarnya terjadi akibat informasi palsu dari Prada MI, Minggu (30/8) dini hari. Prada MI, yang ternyata mengalami kecelakaan, mengaku kepada rekannya bahwa dia telah dikeroyok.

Pengakuan bohong inilah yang memicu penyerangan dan perusakan di Polsek Ciracas. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membeberkan kalau Prada MI menghubungi 27 rekannya setelah mengalami kecelakaan.

Akibatnya, mobil dan fasilitas di Polsek Ciracas rusak. Kendaraan bermotor bahkan dibakar massa yang diperkirakan mencapai 100 orang. Selain Prada MI sebagai pelecut serangan di Polsek Ciracas, identitas para pelaku hingga saat ini belum diketahui secara lengkap.

Saat ini sudah ada 29 oknum TNI yang menjadi tersangka dan ditahan. Puspomad total sudah memeriksa 51 oknum prajurit dari 19 satuan TNI AD.

Selain itu, ada 16 korban penganiayaan oknum TNI pada peristiwa itu. Salah satunya adalah personel polisi yang mengalami luka cukup parah.

(elz/fjp)