Round-Up

Jejak Kasus Dugaan Pungli THR di UNJ: Kena OTT KPK, Berakhir Disetop Polisi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 06:33 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)

Polisi Gelar Perkara

Untuk mendalami penyelidikan, polisi akan melakukan gelar perkaram kembali.

"Kita juga maunya cepat, tapi kan kemarin masih Salat Id. Sekarang masih Lebaran juga. Ya dalam waktu dekat ini pokoknya, secepatnya kita lakukan," kata Yusri ketika dihubungi, Selasa (26/5/2020).

Yusri menambahkan, gelar perkara tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi. Polisi tidak mau gegabah menetapkan tersangka dalam kasus itu.

"Iya, kita kan gelar perkara untuk mengetahui konstruksi perkaranya seperti apa. Itu aja dulu. Kan enggak bisa sekali atau dua kali saja. Kita kan mesti pelan-pelan ya, lihat kasusnya gimana. Ini juga masih dalam tahap penyelidikan. Jadi harus sabar ya," imbuhnya.

Pemeriksaan Saksi-saksi

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) permintaan THR di UNJ.

"Tapi kemarin sudah gelar perkara, sih," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Sabtu (30/5/2020).

Di sisi lain, polisi belum menetapkan tersangka. Yusri mengungkapkan penetapan tersangka dilakukan apabila memang perkara yang dilaporkan itu memenuhi unsur.

"Belum, Mbak, penyelidikan. Jadi gelar perkara, kalau dia memenuhi unsur tersangka, baru penyelidikan. Kalau dia tidak memenuhi unsur tersangka, baru yang namanya di-SP-3," jelasnya.

Yusri menyebut, 23 orang saksi itu berasal dari UNJ dan Kemendikbud. "Yang diklarifikasi pertama kan ada tujuh orang itu. Kemudian yang 15 dari UNJ yang ikut rakernis," ungkapnya.

UNJ Klaim Tidak Ada Pejabat Negara Terlibat

Pihak kampus UNJ menyatakan tak ada keterlibatan pejabat negara dalam perkara ini.

"Terkait dengan pemberitaan yang beredar di media massa mengenai kasus operasi tangkap tangan (OTT) pejabat UNJ, dengan ini dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi penangkapan terhadap salah satu staf UNJ," demikian pernyataan resmi UNJ yang dikutip, Senin (25/5/2020).

Dalam pernyataan ini, pihak kampus juga menyanggah informasi yang menyatakan pihak tertangkap adalah Rektor UNJ. Dipastikan pihak yang ditangkap adalah staf.

"Tidak ada unsur keterlibatan pejabat negara dalam kasus ini (tidak ada kasus korupsi). Saat ini kasusnya telah ditangani oleh Kepolisian RI (bukan KPK)," jelas pihak UNJ.

Pihak kampus juga meminta semua pihak menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. UNJ menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Kepolisian RI.

Halaman

(aan/idn)