Round-Up

Fakta-fakta OTT KPK Terkait Pungli THR di UNJ

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Mei 2020 09:02 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terkait dugaan pungutan liar berupa permintaan Tunjangan Hari Raya (THR). KPK menangkap Kabag Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor.

KPK dan Itjen Kemendikbud menggelar OTT pada Rabu 20 Mei 2020 sekira pukul 11.00 WIB.

"Benar, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 Wib, KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Setelah menangkap Dwi, Karyoto mengatakan KPK langsung melakukan pemeriksaan sejumlah pihak yang diduga terkait perkara tersebut.

Berikut fakta-fakta OTT KPK terkait pungli THR di UNJ:


OTT Terkait Pungli di UNJ

KPK menangkap Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor.

"Benar, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 Wib, KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Karyoto mengatakan penangkapan itu bermula informasi dari pihak Itjen Kemendikbud terkait adanya penyerahan uang di lingkungan Kemendikbud. Penyerahan uang itu diduga dilakukan dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud.

"Kegiatan berawal dengan adanya bantuan dan informasi dari pihak Itjen Kemendikbud kepada KPK perihal dugaan akan adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud," ujarnya.

"Selanjutnya tim KPK bersama dengan tim Itjen Kemendikbud menindaklanjuti informasi tersebut dan kemudian diamankan Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ)," lanjut Karyoto.

Tonton juga video Agar Korupsi Berkurang, Novel: Bersihkan Dulu Penegak Hukumnya:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3