23 Saksi Diperiksa soal Dugaan Pungli THR UNJ, di Antaranya Peserta Rakernis

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 12:11 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) permintaan THR di UNJ. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan.

"Tapi kemarin sudah gelar perkara, sih," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Sabtu (30/5/2020).

Di sisi lain, polisi belum menetapkan tersangka. Yusri mengungkapkan penetapan tersangka dilakukan apabila memang perkara yang dilaporkan itu memenuhi unsur.

"Belum, Mbak, penyelidikan. Jadi gelar perkara, kalau dia memenuhi unsur tersangka, baru penyelidikan. Kalau dia tidak memenuhi unsur tersangka, baru yang namanya di-SP-3," jelasnya.

Yusri menyebut, 23 orang saksi itu berasal dari UNJ dan Kemendikbud.



"Yang diklarifikasi pertama kan ada tujuh orang itu. Kemudian yang 15 dari UNJ yang ikut rakernis," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK bersama Inspektorat Jenderal Kemendikbud melakukan OTT terhadap Kabag Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor terkait dugaan pungutan liar berupa permintaan THR di UNJ pada Rabu (20/5). KPK mengamankan uang senilai USD 1.200 dan Rp 27,5 juta dalam OTT itu.

Kemudian, Deputi Penindakan KPK yang baru, Karyoto, menyebut KPK meminta keterangan kepada sejumlah orang, di antaranya Komarudin selaku Rektor UNJ, Dwi Achmad Noor sebagai Kabag Kepegawaian UNJ, Sofia Hartati sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Tatik Supartiah sebagai analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud, Diah Ismayanti sebagai Karo SDM Kemendikbud, Dinar Suliya selaku Staf SDM Kemendikbud, dan Parjono sebagai Staf SDM Kemendikbud.

KPK kemudian melimpahkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

(mei/mea)