Round-Up

Jejak Kasus Dugaan Pungli THR di UNJ: Kena OTT KPK, Berakhir Disetop Polisi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 06:33 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)

Dilimpahkan ke Kemendikbud

Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melimpahkan kasus dugaan pungli THR di UNJ kepada aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kemendikbud.

"Selanjutnya terhadap peristiwa itu penyelidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melimpahkan peristiwa perkara kepada APIP Kemendikbud RI dalam hal ini Inspektorat Kemendikbud RI untuk dilakukan pendalaman selanjutnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2020).

Atas pelimpahan itu, Plt Inspektur Jenderal Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang mengaku pihaknya siap menerima pelimpahan kasus dugaan pungli tersebut untuk dilakukan pendalaman. Dia juga mengapresiasi proses penyelidikan telah dilakukan aparat kepolisian.

"Kami dari Kemendikbud, kami sebagai APIP dari Inspektorat Jenderal Kemendikbud mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirkrimsus Polda dan tim yang berupaya keras menindaklanjuti laporan ini bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana dalam perkara ini. Lalu dilimpahkan ke APIP untuk melakukan pendalaman. Perkara ini juga bisa jadi efek jera pembelajaran bagi kita semua," ungkapnya.

Kasus Berawal saat KPK OTT Terkait Pungli di UNJ

Kasus dugaan pungli THR di UNJ awalnya terungkal saat kPK menangkap Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor.

"Benar, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 Wib, KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Karyoto mengatakan penangkapan itu bermula informasi dari pihak Itjen Kemendikbud terkait adanya penyerahan uang di lingkungan Kemendikbud. Penyerahan uang itu diduga dilakukan dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud.

"Kegiatan berawal dengan adanya bantuan dan informasi dari pihak Itjen Kemendikbud kepada KPK perihal dugaan akan adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud," ujarnya.

"Selanjutnya tim KPK bersama dengan tim Itjen Kemendikbud menindaklanjuti informasi tersebut dan kemudian diamankan Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ)," lanjut Karyoto.

Karyoto mengatakan KPK langsung melakukan pemeriksaan sejumlah pihak mulai dari Rektor UNJ Komarudin hingga sejumlah pejabat UNJ dan Kemendikbud.

KPK Duga Pihak Rektor UNJ Lakukan Pungli THR

KPK menduga pihak Rektor UNJ telah melakukan pungli berupa permintaan THR kepada bawahannya melalui Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor.

"Rektor UNJ sekitar tanggal 13 Mei 2020 di duga telah meminta kepada Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR masing-masing Rp 5 juta melalui Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ)," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Karyoto mengatakan pada tanggal 19 Mei 2020 terkumpul lah uang Rp 55 juta dari 8 Fakultas, 2 Lembaga Penelitian dan Pascasarjana. Karyoto menyebut sebagian uang THR yang dikumpulkan itu akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

"Pada tanggal 20 Mei 2020 Dwi Achmad Noor membawa uang Rp 37.000.000 ke kantor Kemendikbud selanjutnya diserahkan kepada Karo SDM Kemendikbud sebesar Rp 5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp 2,5 juta serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud)masing2 sebesar Rp 1 juta," sebutnya.

"Setelah itu Dwi Achmad Noor diamankan tim KPK dan Itjen Kemendikbud," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5