Jabar Banten Hari Ini: Ayah Siksa Anak Kandung-Skandal Hibah Rp 117 M di Banten

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 20:33 WIB
Ayah di Bandung siksa anak demi rujuk dengan mantan istri
Ayah di Bandung siksa anak demi rujuk dengan mantan istri. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Aneka berita berlangsung di Jabar Banten hari ini. Mulai kasus seorang ayah menyiksa anak kandung hingga Gubernur Banten melaporkan dugaan penyunatan hibah ponpes Rp 117 miliar.

Berikut rangkumannya:

Ayah Siksa Anak Kandung di Bandung

DJ (31), seorang ayah di Bandung, menyiksa anak kandungnya sendiri demi rujuk dengan mantan istri. Apa pengakuan DJ usai menyiksa anak lelakinya berusia 3 tahun itu?

"Nggak ada niat (siksa anak), awalnya cuma ingin rujuk saja," ucap DJ di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021). DJ menyiksa anaknya pada pertengahan bulan lalu. Awalnya, dia meminta izin kepada istrinya untuk mengajak sang buah hati jalan-jalan.

Namun bukannya main, bocah lelaki itu justru mendapat siksaan dari ayahnya. Berbagai penyiksaan dilakukan mulai dari dipukul hingga diinjak-injak. Selama 17 hari, bocah lelaki itu dalam penguasaan sang ayah.

Belakangan juga diketahui, DJ kerap bersikap kasar terhadap mantan istrinya. Namun, DJ membantah melakukan pemukulan ke istrinya.

"Ke istri belum, kalau kata-kata iya," kata DJ.

Upaya DJ mendapat simpati mantan istrinya untuk rujuk malah berurusan dengan hukum. Dia justru harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di penjara.

DJ dijerat Pasal 80 Jo 76C UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Akibat penyiksaan sadis, anak berusia tiga tahun tersebut mengalami trauma fisik dan psikis. "Kita sudah memintakan visum yang menyatakan ada (bekas) kekerasan fisik," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021).

Selain fisik, kata Adanan, bocah itu juga mengalami trauma secara psikologi. Pihaknya sudah meminta tim psikolog dan dinas sosial guna memantau kondisi korban. "Trauma psikis korban masih di pantau tim psikologi Polda Jabar dan Dinas Sosial," ucapnya.

Adanan menuturkan perbuatan tersangka DJ (31) itu dilakukan guna mencari perhatian mantan istrinya agar mau kembali lagi bersama. DJ dan istrinya memang sudah bercerai.

Menurut dia, berdasarkan pengakuannya, DJ juga kerap melakukan kekerasan kepada mantan istrinya itu. "Ibunya sendiri sering mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)," kata Adanan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5