Begini Kronologi Buruh Karawang Diduga Dianiaya Bos WN Jepang

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 19:19 WIB
Buruh di Karawang menceritakan penganiayaan yang dialaminya oleh atas
Buruh di Karawang menceritakan penganiayaan yang dialaminya oleh atasan (Foto: Yuda Febrian)
Karawang -

Pandi (32), seorang buruh di Karawang diduga menjadi korban penganiayaan oleh atasannya yang merupakan WN Jepang. Begini kronologinya.

Pandi mengungkapkan, berawal kejadian pada Sabtu malam, 20 Maret. Sepulang kerja, ia diperiksa oleh sekuriti, dan dalam pemeriksaan dalam saku bajunya didapatkan beberapa bagian kecil perak yang ia ambil dari bekas produksi.

"Jadi saya emang akui, mengambil bekas produksi, berupa bekas perak, seukuran cincin, beratnya kurang lebih 10 gram, atau dihitung itu 100 ribu," katanya di kediamannya, di Desa Puserjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jum'at (9/4/2021).

Dari pos sekuriti tersebut, ia lalu mendapatkan surat pemanggilan untuk diperiksa di kemudian hari.

"Jadi saya dapat surat atas perbuatan saya, dan lusanya, hari Senin, 22 Maret saya disuruh menghadap atasan," terangnya.

Pada hari kejadian, tepatnya 22 Maret, ia dipanggil ke dalam ruangan TY terlapor penganiayaan. Di dalam ruangan ia lalu diinterogasi oleh beberapa pihak manajemen perusahaan termasuk TY.

"Jadi ada 8 orang di ruangan TY itu, dan saya mulai ditanya-tanya mengapa mengambil bekas produksi," katanya.

Saat ditanya tersebut, TY lalu melemparkan kalender ke dada Pandi, dan menyuruhnya duduk di lantai.

"Jadi, TY itu langsung melempar kalender ke dada saya, saya di situ kaget, terus suruh duduk di lantai," jelasnya.

Saat akan duduk di lantai, TY tiba-tiba menendang rahang bagian kiri Pandi.

"Baru mau duduk di lantai, tiba-tiba saya ditendang di bagian rahang kiri, dan saya di situ kaget, sakit, dan tidak bisa berbuat apa-apa," ungkapnya.

"Keras banget mas, saya sampai sempoyongan, bahkan bengkak," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2