×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 12 Mei 2026 18:27 WIB
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez (Foto: (AFP/PEDRO MATTEY))
Jakarta -

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez menegaskan bahwa pemerintahnya "tidak pernah" mempertimbangkan untuk menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Hal ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya serius mempertimbangkan untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian AS, menyusul penangkapan presidennya, Nicolas Maduro.

"Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan wanita kemerdekaan kami," kata Rodriguez kepada wartawan saat meninggalkan sidang di Mahkamah Internasional di Den Haag, dilansir kantor berita AFP, Selasa (12/5/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (12/5/2026):

- Diam-diam, UEA Lancarkan Serangan Balasan ke Iran

Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam telah melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap Iran, di tengah perang yang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Teheran.

Hal tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (12/5/2026), diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sejumlah sumber anonim yang mengetahui soal serangan tersebut.

Salah satu target serangan UEA, menurut sumber yang dikutip WSJ dalam laporan terbarunya pada Senin (11/5) waktu setempat, adalah sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran.

- AS Usulkan Resolusi PBB soal Selat Hormuz, Iran Marah!

Pemerintah Iran mengecam keras upaya terbaru Amerika Serikat (AS) untuk meloloskan draf resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai Selat Hormuz. Teheran menyebut draf usulan Washington itu sebagai upaya terang-terangan untuk memutarbalikkan fakta dan melindungi para agresor.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum, Kazem Gharibabadi, seperti dilansir Press TV, Selasa (12/5/2026), mengatakan bahwa AS, bersama dengan beberapa sekutu regionalnya, sekali lagi mencoba untuk "mengubah sudut pandang masalah".

Gharibabadi menilai draf resolusi usulan AS itu berusaha mengubah konsekuensi agresi militer dan pengepungan ilegal menjadi dakwaan terhadap Iran, yang menurutnya, telah menjadi korban ancaman, tekanan dan serangan langsung.

- Dokumen Epstein Dipamerkan di New York, Jumlahnya 3,5 Juta Halaman!

Semua dokumen kasus terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein dipamerkan untuk sementara di New York, Amerika Serikat (AS). Dokumen kasus Epstein telah dirilis secara online oleh Departemen Kehakiman AS beberapa waktu lalu, tapi menuai kritikan publik karena penyensoran besar-besaran di dalamnya.




(ita/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork