5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 13 Apr 2026 16:50 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters)
Jakarta -

Komandan Angkatan Laut Iran menyebut ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz sebagai "sangat konyol dan menggelikan." Dia mengatakan bahwa militer Iran memantau dengan cermat setiap pergerakan armada AS di wilayah tersebut.

"Para prajurit pemberani Angkatan Laut Republik Islam Iran melacak dan memantau semua pergerakan militer AS yang agresif di wilayah tersebut," kata Laksamana Muda Shahram Irani dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media Iran.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (13/4/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Panas! Militer AS Segera Mulai Blokade Semua Pelabuhan Iran

Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka akan memulai blokade semua pelabuhan Iran pada hari Senin (13/4) waktu setempat. Ini dilakukan setelah pembicaraan damai di Pakistan gagal, dengan Washington menyalahkan penolakan republik Islam tersebut untuk meninggalkan ambisi nuklirnya.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (13/4/2026), pengumuman itu disampaikan pada hari Minggu (12/4) waktu setempat, meskipun gencatan senjata telah disepakati pada hari Rabu lalu yang bertujuan untuk menghentikan perang enam minggu antara AS-Israel dengan Iran.

"Blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa blokade akan dimulai pada pukul 14.00 GMT pada hari Senin (13/4).

- Iran Tak Akan Tunduk pada Ancaman Trump Blokade Selat Hormuz!

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada ancaman setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz. Ghalibaf memimpin delegasi Iran dalam perundingan damai dengan AS di Pakistan yang berujung kegagalan.

"Jika mereka melawan, kami akan melawan, dan jika mereka mengajukan argumen logis, kami akan menghadapinya dengan logika. Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi sehingga kami dapat memberikan mereka pelajaran yang lebih besar," kata Ghalibaf kepada wartawan setelah kembali ke Teheran dari Islamabad, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (13/4/2026).

Kepala angkatan laut Iran, Shahram Irani, menyebut ancaman Trump untuk memblokade Selat Hormuz sebagai hal yang "konyol", setelah perundingan maraton antara Teheran dan Washington di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

- Perundingan Damai Gagal, Israel Beri Sinyal Bisa Serang Iran Lagi

Sejumlah menteri Israel mengisyaratkan kemungkinan dilanjutkan kembali serangan terhadap Iran, setelah gagalnya perundingan damai antara Teheran dan Amerika Serikat (AS). Perang yang berkecamuk antara AS-Israel melawan Iran terhenti usai gencatan senjata dua minggu disepakati sejak Selasa (7/4).

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (13/4/2026), mengatakan bahwa Teheran dapat diserang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

"Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini," kata Cohen saat berbicara kepada harian Israel, Yedioth Ahronoth, pada Minggu (12/4) waktu setempat.

- Inggris Tolak Gabung Blokade AS terhadap Selat Hormuz

Inggris menegaskan tidak akan berpartisipasi dalam blokade yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Selat Hormuz. Hal ini disampaikan pemerintah Inggris setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz usai gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran di Pakistan.

"Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonomi global dan biaya hidup di dalam negeri," kata juru bicara pemerintah AS, seperti dikutip Sky News dan dilansir Anadolu Agency, Senin (13/4/2026).

"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan tarif tol," tegas juru bicara pemerintah Inggris.

- Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Iran: Sangat Konyol-Menggelikan!

Komandan Angkatan Laut Iran menyebut ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz sebagai "sangat konyol dan menggelikan." Dia mengatakan bahwa militer Iran memantau dengan cermat setiap pergerakan armada AS di wilayah tersebut.

"Para prajurit pemberani Angkatan Laut Republik Islam Iran melacak dan memantau semua pergerakan militer AS yang agresif di wilayah tersebut," kata Laksamana Muda Shahram Irani dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media Iran.

"Ancaman presiden AS setelah kekalahan memalukan tentaranya dalam perang ketiga yang dipaksakan, yaitu blokade laut terhadap Iran, sangat konyol dan menggelikan," cetus komandan Angkatan Laut Iran tersebut, dilansir Press TV, Senin (13/4/2026).

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait