5 Berita Terpopuler Internasional

5 Berita Terpopuler Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2026 17:56 WIB
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya milik negara itu tidak akan dipindahkan "ke mana pun". Pernyataan ini membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya bahwa Republik Islam telah setuju untuk menyerahkannya.

"Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/4/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (18/4/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Trump: Blokade Pelabuhan Iran Jalan Terus Jika Tak Ada Kesepakatan Damai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia berencana untuk mempertahankan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, jika kesepakatan damai dengan Teheran tidak tercapai. Dia menambahkan bahwa ia mungkin tidak akan memperpanjang gencatan senjata setelah berakhir.

Iran telah membuka kembali Selat Hormuz pada hari Jumat (17/4) setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Namun, Teheran mengancam akan menutup kembali alur air vital itu jika blokade AS berlanjut.

Sementara itu, gencatan senjata antara Teheran dan Washington akan berakhir pada hari Rabu mendatang.

- Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz Jika AS Terus Blokade Pelabuhan

Pemerintah Iran mengancam akan menutup kembali Selat Hormuz, jika Amerika Serikat melanjutkan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Hal ini disampaikan pada hari Sabtu (18/4), beberapa jam setelah jalur air utama tersebut dibuka kembali menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Pembukaan kembali selat tersebut memicu optimisme dari Washington, dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa kesepakatan perdamaian "sangat dekat". Trump juga mengatakan Iran telah setuju untuk menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya -- poin penting dalam negosiasi.

- AS Terus Blokade Pelabuhan Iran: Kami Awasi Setiap Kapal Iran!

Militer Amerika Serikat menyatakan akan terus sepenuhnya menegakkan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang memasuki atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Pasukan AS di Timur Tengah dapat mempertahankan blokade tersebut selama diperlukan, kata kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper.

"Kami mengawasi setiap kapal Iran di setiap pelabuhan, titik," kata Cooper kepada wartawan pada hari Jumat (17/4) waktu setempat.

- Trump Larang Israel Serang Lebanon, Netanyahu Terkejut!

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan "terkejut dan khawatir" dengan unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump, di mana Trump mengatakan bahwa rezim Israel "DILARANG" menyerang Lebanon.

"Israel tidak akan lagi membombardir Lebanon," tulis Trump di Truth Social.

"Mereka DILARANG melakukannya oleh AS. Cukup sudah!!!" tegasnya, dilansir AFP, Sabtu (18/4/2026).

- Bantah Trump, Iran Bilang Uraniumnya Tak Akan Dipindah ke Mana Pun!

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya milik negara itu tidak akan dipindahkan "ke mana pun". Pernyataan ini membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya bahwa Republik Islam telah setuju untuk menyerahkannya.

"Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/4/2026).

"Pemindahan uranium Iran yang diperkaya ke AS tidak pernah dibahas dalam negosiasi," cetusnya.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait