Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez menegaskan bahwa pemerintahnya "tidak pernah" mempertimbangkan untuk menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Hal ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya serius mempertimbangkan untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian AS, menyusul penangkapan presidennya, Nicolas Maduro.
"Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan wanita kemerdekaan kami," kata Rodriguez kepada wartawan saat meninggalkan sidang di Mahkamah Internasional di Den Haag, dilansir kantor berita AFP, Selasa (12/5/2026).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (12/5/2026):
- Diam-diam, UEA Lancarkan Serangan Balasan ke Iran
Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam telah melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap Iran, di tengah perang yang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Teheran.
Hal tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (12/5/2026), diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sejumlah sumber anonim yang mengetahui soal serangan tersebut.
Salah satu target serangan UEA, menurut sumber yang dikutip WSJ dalam laporan terbarunya pada Senin (11/5) waktu setempat, adalah sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran.
- AS Usulkan Resolusi PBB soal Selat Hormuz, Iran Marah!
Pemerintah Iran mengecam keras upaya terbaru Amerika Serikat (AS) untuk meloloskan draf resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai Selat Hormuz. Teheran menyebut draf usulan Washington itu sebagai upaya terang-terangan untuk memutarbalikkan fakta dan melindungi para agresor.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum, Kazem Gharibabadi, seperti dilansir Press TV, Selasa (12/5/2026), mengatakan bahwa AS, bersama dengan beberapa sekutu regionalnya, sekali lagi mencoba untuk "mengubah sudut pandang masalah".
Gharibabadi menilai draf resolusi usulan AS itu berusaha mengubah konsekuensi agresi militer dan pengepungan ilegal menjadi dakwaan terhadap Iran, yang menurutnya, telah menjadi korban ancaman, tekanan dan serangan langsung.
- Dokumen Epstein Dipamerkan di New York, Jumlahnya 3,5 Juta Halaman!
Semua dokumen kasus terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein dipamerkan untuk sementara di New York, Amerika Serikat (AS). Dokumen kasus Epstein telah dirilis secara online oleh Departemen Kehakiman AS beberapa waktu lalu, tapi menuai kritikan publik karena penyensoran besar-besaran di dalamnya.
Pameran yang digelar oleh kelompok advokasi transparansi AS Institute of Primary Facts ini, seperti dilansir AFP, Selasa (12/5/2026), menampilkan versi cetak keseluruhan berkas kasus Epstein -- totalnya sekitar 3,5 juta halaman -- yang disusun pada rak seperti buku-buku di perpustakaan. Pameran ini berlangsung hingga 21 Mei.
Perpustakaan yang menampilkan berkas kasus Epstein itu diberi nama "The Donald J Trump and Jeffrey Epstein Memorial Reading Room".
- Heboh Wali Kota di California Mengaku Jadi Mata-mata China
Mantan Wali Kota Arcadia, sebuah kota di pinggiran Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), mengaku bersalah telah bertindak sebagai agen asing bagi pemerintah China. Mantan wali kota bernama Eileen Wang ini terancam hukuman maksimum 10 tahun penjara.
Wang yang merupakan politisi Partai Demokrat asal California Selatan ini, seperti dilansir Japan Times dan Newsweek, Selasa (12/5/2026), mengakui dirinya telah menyebarkan propaganda pro-China atas arahan pejabat pemerintah China.
Dia mengaku telah bertindak sebagai agen asing yang tidak terdaftar untuk China di wilayah AS. Hal itu tertuang dalam dokumen pengadilan yang diungkap ke publik pada Senin (11/5) waktu setempat.
- Trump Ingin Jadikan Venezuela Negara Bagian AS, Ini Kata Presidennya
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez menegaskan bahwa pemerintahnya "tidak pernah" mempertimbangkan untuk menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Hal ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya serius mempertimbangkan untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian AS, menyusul penangkapan presidennya, Nicolas Maduro.
"Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan wanita kemerdekaan kami," kata Rodriguez kepada wartawan saat meninggalkan sidang di Mahkamah Internasional di Den Haag, dilansir kantor berita AFP, Selasa (12/5/2026).
Sejak Amerika Serikat menangkap Maduro pada 3 Januari lalu, Trump telah membanggakan kendalinya atas negara Karibia yang kaya minyak itu. Trump dilaporkan mengatakan kepada Fox News pada hari Senin (11/5) waktu setempat, bahwa ia "serius" mempertimbangkan untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS.
Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Kecelakaan Maut Bus ALS, Predator Santriwati Ditangkap











































