5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Jan 2026 17:38 WIB
Posisi duduk Dubes AS Tom Barrack saat bertemu Menhan Turki Yasar Guler di Ankara menuai kritikan (Foto: AFP PHOTO/TURKISH DEFENCE MINISTRY)
Jakarta -

Sebuah foto yang menunjukkan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Tom Barrack duduk sendirian di posisi tengah, saat melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Turki Yasar Guler, yang duduk di posisi samping, memicu kehebohan. Foto itu dikritik terlebih karena pertemuan itu berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan Turki di Ankara, ibu kota Turki.

Para pengkritik, seperti dilansir AFP, Selasa (20/1/2026), menuduh Barrack mengadopsi sikap bagaikan "gubernur kolonial" dan mempertanyakan susunan tempat duduk untuk Duta Besar AS, yang dianggap terlalu dominan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (20/1/2026):

- Kepala Kepolisian Iran Ultimatum Perusuh untuk Menyerah dalam 3 Hari!

Kepala Kepolisian Iran, Jenderal Ahmad-Reza Radan, memberikan ultimatum kepada para perusuh dalam unjuk rasa antipemerintah yang melanda negara tersebut beberapa waktu terakhir. Radan menyebut para perusuh akan mendapat hukuman lebih ringan, jika mereka menyerahkan diri dalam waktu tiga hari ke depan.

"Orang-orang muda yang tanpa sadar terlibat dalam kerusuhan dianggap sebagai individu yang tertipu, bukan tentara musuh," ujar Radan dalam pernyataan kepada televisi pemerintah Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (20/1/2026).

"Mereka akan diperlakukan dengan kelonggaran oleh sistem Republik Islam," ujarnya.

- Peringatan Parlemen Denmark: AS Invasi Greenland Berarti Perang!

Seorang anggota parlemen Denmark memberikan peringatan keras menanggapi ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Greenland. Ditegaskan anggota parlemen itu bahwa perang akan terjadi, jika Trump mengerahkan militer untuk merebut Greenland, wilayah otonomi Denmark.

"Kami tentu saja, akan membela Greenland. Jika terjadi invasi oleh pasukan Amerika, itu akan menjadi perang, dan kita akan saling berperang," kata anggota parlemen Denmark, Rasmus Jarlov, seperti dilansir CNN, Selasa (20/1/2026).

Trump bersikeras untuk mengambil alih Greenland, meskipun ditentang keras oleh sekutu-sekutunya di Eropa. Pemimpin Denmark dan Greenland telah sama-sama menegaskan bahwa pulau strategis di kawasan Arktik itu tidak untuk dijual dan tidak ingin menjadi bagian dari AS.

- Kanada Tegaskan Tak Akan Bayar untuk Masuk Dewan Perdamaian Gaza

Pemerintah Kanada tidak akan membayar untuk menjadi anggota "Dewan Perdamaian" yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal ini diungkapkan oleh sebuah sumber pemerintah Kanada pada hari Senin (19/1) waktu setempat setelah Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney mengindikasikan bahwa ia akan menerima undangan untuk bergabung dengan badan tersebut.




(ita/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork