Megawati Sudah Bilang ke Prabowo Tak Masuk Kabinet, Semprot Buzzer

Megawati Sudah Bilang ke Prabowo Tak Masuk Kabinet, Semprot Buzzer

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Rabu, 12 Agu 2026 14:11 WIB
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (Dok.YouTube BPIP)
Jakarta -

Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan cerita dirinya yang berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi PDIP. Dia mengatakan PDIP tidak akan masuk kabinet dan akan berada di luar sebagai penyeimbang.

Megawati menyampaikan itu dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II yang digelar BPIP, Senin (10/8/2026). Megawati awalnya menjelaskan Indonesia menganut sistem presidensial sehingga tidak mengenal adanya oposisi.

"Yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, kok saya selalu diomongin oposisi. Memangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi," kata Megawati saat pidato di acara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Megawati meminta agar semua pihak membaca kembali sistem pemerintahan Indonesia. Dia mengatakan oposisi dan koalisi hanya ada di sistem parlementer.

"Silakan baca kalau tidak percaya. Baca jangan g*** gitu aja. 'Ibu Megawati tenang aja ngomong gitu karena oposisi'. Haduh, mau dilawan nggak ngerti, dilawannya b***, lah piye, itu kan yang namanya sistem parlementer, benar apa nggak? Benar, makanya saya bilang saya baca tapi saya suka lupa pasal, jadi nggak ada," ucap Megawati.

Megawati kemudian membeberkan obrolannya dengan Presiden Prabowo perihal posisi PDIP. Ia mengatakan sudah menetapkan PDIP tidak akan masuk ke kabinet Prabowo.

"Makanya saya katakan 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk...', saya datang benar ngomong baik-baik saya tidak akan ditawari untuk masuk, 'Saya tidak masuk ke kabinet, Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang'. Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja!" tegas Megawati.

Ia lantas menyinggung para buzzer yang terus mempersoalkan posisi PDIP. Dia menyebut para buzzer tersebut tidak pintar.

"Ngerti opo nggak oposisi kui opo? Saya bilang penyeimbang, terus ada yang bilang buzzer 'penyeimbang apa?', g*** ini si buzzer, nggak pernah baca dia, eh iya dong, kenapa nggak boleh? Artinya apa, kalau benar saya benarkan, kalau nggak tentu masa saya nggak boleh ngomong, terus mau dijadiin apa? Masuk arsip loh, iya dong, buat apa ini ada, Pak, arsip," ujar Megawati.

Tonton juga video "Hal yang Dibahas Gerakan Nurani Bangsa dan Megawati"

Halaman 2 dari 2
(maa/gbr)


Berita Terkait