Momen Trump Puji-puji Erdogan: Ada Chemistry Antara Kami

Momen Trump Puji-puji Erdogan: Ada Chemistry Antara Kami

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Jul 2026 17:00 WIB
Erdogan dan Trump terlihat akrab saat bertemu di Ankara, Turki (via REUTERS/Emrah Gurel)
Erdogan dan Trump terlihat akrab saat bertemu di Ankara, Turki (via REUTERS/Emrah Gurel)
Ankara -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berulang kali melontarkan pujian untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat tiba di Ankara, ibu kota Turki untuk menghadiri KTT NATO. Trump terang-terangan menyebut Erdogan sebagai pemimpin yang kuat dan tangguh.

Trump, seperti dilansir AFP, Rabu (8/7/2026), disambut secara pribadi oleh Erdogan di landasan bandara saat turun dari pesawat kepresidenan AS, Air Force One pada hari Selasa (7/7). Seremoni kenegaraan yang megah kemudian menyambut Trump, di mana pasukan berkuda putih mengawal iring-iringan kendaraan Trump menuju ke istana kepresidenan Turki.

Kunjungan Trump ini, menurut Reuters, menjadi kunjungan pertama seorang Presiden AS ke Turki dalam 11 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan puncak ini berlangsung di tengah situasi yang penuh ketegangan bagi aliansi NATO yang sudah berusia 77 tahun tersebut, mengingat Trump kerap melontarkan kritikan keras terhadap sekutu-sekutu NATO dan Washington mulai menarik diri dari keterlibatan di Eropa.

Presiden AS ini kembali meluapkan kekecewaannya dengan NATO setibanya di Ankara. Namun, Trump juga melontarkan pujian untuk Erdogan yang menjamunya di istana kepresidenan Turki. Dia bahkan menyebut hubungan AS dan Turki belum pernah sebaik ini.

"Saya sangat kecewa dengan NATO. Terus terang, jika (KTT) ini tidak digelar di Turki, di mana sahabat saya ini merupakan sosok pemimpin sangat kuat dan tangguh, saya mungkin tidak akan hadir," kata Trump saat berbicara kepada wartawan istana kepresidenan Turki, dengan Erdogan duduk di sebelahnya.

"Ada chemistry yang terjalin di antara kami," ucap Presiden AS tersebut, memuji hubungannya dengan Erdogan.

Kehangatan ini menandai perubahan drastis dalam hubungan kedua negara, yang sebelumnya terasa renggang pada masa pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden. Para pejabat NATO pun berharap hubungan erat Trump dan Erdogan dapat membantu meredakan ketegangan yang dipicu oleh masalah terkait Iran.

Di sisi lain, menghangatnya hubungan dengan Trump ini berpotensi memberikan dorongan besar bagi Erdogan.

Trump mengatakan bahwa AS akan mempertimbangkan penjualan jet tempur siluman F-35 buatan AS ke Turki, setelah sebelumnya mencoret Ankara dari program tersebut pada tahun 2019 akibat keputusan negara itu membeli sistem pertahanan Rusia.

"Dalam banyak hal, Turki jauh lebih loyal dibandingkan negara-negara lain yang kita kira akan loyal... Itu pesawat yang hebat, pesawat yang terbaik, sejauh ini pesawat yang terbaik saat ini. Dan itu tentu saja sesuatu yang akan kami pertimbangkan," kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Truki telah sejak lama berupaya menyelesaikan masalah dalam program pembelian F-35 serta pencabutan sanksi AS yang merusak hubungan kedua negara dan menghambat berbagai proyek pertahanan Ankara. Turki berharap kunjungan Trump dapat memecahkan kebuntuan tersebut.

Erdogan mengharapkan hasil positif terkait keinginan Ankara untuk membeli F-35 dari AS. "Kami telah membahas hal ini sebelumnya dengan AS dan dijanjikan lima unit jet tempur. Saya mengetahui bahwa Tuan Trump selalu menepati janjinya," ucapnya.

"Trump juga telah memberikan jaminan pribadi kepada kami terkait masalah ini," sebut Erdogan.

Lihat juga Video: Bertemu Erdogan di Gedung Putih, Trump Sindir Pemilu Curang

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait