Kisah 'Ayah Sejuta Anak': Dulu Dipuja-puji Bak Pahlawan Kini Masuk Jeruji

ADVERTISEMENT

Kisah 'Ayah Sejuta Anak': Dulu Dipuja-puji Bak Pahlawan Kini Masuk Jeruji

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 07:54 WIB
sosok suhendra ayah sejuta anak 1
Suhendra 'Ayah Sejuta Anak'. (Faisal/detikcom)
Jakarta -

Suhendra (32) yang dikenal sebagai 'Ayah Sejuta Anak' di Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, sempat menjadi perbincangan di media sosial. Suhendra sempat dipuja-puji bak pahlawan karena menampung puluhan anak tanpa ayah.

Tetapi siapa sangka, aksi sosialnya itu ternyata cuma kedok. Di balik itu semua, ternyata Suhendra menjual bayi dengan modus adopsi ilegal.

Aksi Sosial Bak Pahlawan

Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' sempat viral di media sosial karena aksi sosialnya. Ia mengaku telah menampung puluhan bayi yang lahir dari ibu tanpa suami.

Dalam sebuah wawancara khusus dengan detikcom, dia pernah mengatakan bahwa banyaknya kasus pembuangan bayi hasil aborsi yang ia temui, mendorongnya untuk membuat aksi. Ia bertekad untuk mencegah masalah serupa tidak terus bertambah.

"Waktu itu saya menyaksikan sendiri ya, anak dibuang, meninggal dunia. Nah dari situ, kenapa sampai dia dibuang? Kenapa sampai meninggal dunia? Dan yang rata-rata ibu hamil lakukan ketika dia punya anak, dia buang, dia sangkanya masalahnya selesai, ternyata tidak," tutur Hendra saat ditemui tim detikcom untuk program Sosok, Minggu (26/6) lalu.

Dia menampung ibu-ibu hamil dan bayinya di rumahnya yang terletak di kawasan Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Di rumah itu, Suhendra tinggal di lantai dua, sementara para ibu-ibu hamil dan bayinya tinggal di lantai satu.

Perdagangan Bayi Modus Adopsi

Namun aksi sosial Suhendra ini rupanya cuma modus. Ia menampung ibu hamil untuk kemudian bayi yang dilahirkan dijual kepada orang lain dengan modus adopsi.

""Modus yang dilakukan oleh pelaku dengan mengiming-imingi atau mengumpulkan ibu hamil, kemudian selanjutnya setelah proses persalinan, anaknya akan diserahkan kepada orang yang mengadopsi anak tersebut. Namun proses adopsinya sendiri dilakukan secara ilegal," ujar Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu (28/9).

Motifnya adalah mencari keuntungan pribadi dengan menampung ibu hamil tanpa suami. Perbuatannya itu dilakukan dengan kedok yayasan, yang sebenarnya tidak dimilikinya.

"Iya, untuk kepentingan pribadi dengan melihat peluang," terangnya.

Iman mengatakan sejauh ini baru satu anak yang diketahui diperdagangkan pelaku. Modusnya dilakukan dengan menawarkan adopsi kepada orang tua asuh.

"Yang terjual baru satu, Rp 15 juta menurut dia," katanya.


Baca selanjutnya di halaman berikut.....

Simak juga Video: Hendra 'Ayah Sejuta Anak', Tampung 55 Bayi yang Terbuang

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT