Polisi Dalami Dugaan Lebih dari 10 Ibu Hamil Ditampung 'Ayah Sejuta Anak'

ADVERTISEMENT

Polisi Dalami Dugaan Lebih dari 10 Ibu Hamil Ditampung 'Ayah Sejuta Anak'

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 21:33 WIB
KBO Satreskrim Polres Bogor, Iptu Hafiz Akbar
KBO Satreskrim Polres Bogor Iptu Hafiz Akbar (Rizky/detikcom)
Bogor -

Polisi masih mendalami kasus tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan Suhendra (32) alias 'Ayah Sejuta Anak' di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sementara ini menurut pengakuan tersangka ada 10 ibu hamil yang pernah ditampung oleh Suhendra.

"Untuk ibu yang sudah kami temui ada 10, namun ini masih sebatas pengakuan dari tersangka," kata KBO Satreskrim Polres Bogor Iptu Hafiz Akbar kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Terkait jumlah pasti ibu hamil ataupun bayi yang pernah ditampung, polisi masih mendalami itu sehingga polisi bisa memastikan kebenaran keterangan tersangka.

"Itu kita akan melakukan penyidikan lebih dalam ya. Kita masih mengecek lagi bagaimana status, apakah benar ada lebih dari 10 ibu hamil," ungkapnya.

Sementara ini, berdasarkan keterangan tersangka kepada polisi, ada lima anak yang dititipkan kepadanya. Di mana satu di antaranya telah dijual dengan modus adopsi seharga Rp 15 juta.

Saat ini sudah ada 10 ibu yang ditemui oleh polisi, termasuk 5 orang yang ditemui saat penggeledahan. Dari 10 orang tersebut, 5 di antaranya sudah melahirkan.

"Ya jadi untuk yang lima yang sudah melahirkan itu yang limanya (anak) dititipkan ke tersangka ini dan 5 ibu yang ini sudah ibaratnya sudah menitipkan anaknya. Jadi kan ada 10 ibu yang kami temui, 5 sudah melahirkan dan 5 nya masih mengandung di rumah itu, itu yang ditemukan saat melakukan penggeledahan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Bogor menangkap Suhendra (32) atau yang dikenal dengan sebutan 'Ayah Sejuta Anak'. Polisi mengatakan Suhendra ditangkap atas dugaan perdagangan anak dan adopsi ilegal.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan pihaknya bergerak setelah mendapatkan informasi adanya dugaan perdagangan anak yang dilakukan oleh Suhendra atau SH.

"Modus yang dilakukan oleh pelaku dengan mengiming-imingi atau mengumpulkan ibu hamil, kemudian selanjutnya setelah proses persalinan, anaknya akan diserahkan kepada orang yang mengadopsi anak tersebut. Namun proses adopsinya sendiri dilakukan secara ilegal," ujar Iman dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu (28/9).

Iman mengatakan pengadopsi dimintai sejumlah uang. Suhendra, menurut Iman, mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak.

"Orang yang mengadopsi diminta sejumlah uang Rp 15 juta dari setiap satu anak yang diadopsi pelaku. Pelaku mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak," tuturnya.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT