Polisi Sita Rp 10 Juta dari 'Ayah Sejuta Anak', Rp 5 Juta Dipakai Tersangka

ADVERTISEMENT

Polisi Sita Rp 10 Juta dari 'Ayah Sejuta Anak', Rp 5 Juta Dipakai Tersangka

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 22:48 WIB
Suhendra, Ayah Sejuta Anak ditangkap polisi atas dugaan adopsi anak ilegal dan TPPO.
Suhendra, Ayah Sejuta Anak, ditangkap polisi atas dugaan adopsi anak ilegal dan TPPO. (Rizky Adha Mahendra/detikcom)
Bogor -

Polisi menyita uang sebesar Rp 10 juta dari Suhendra (32) alias 'Ayah Sejuta Anak'. Dia mengatakan, dari tarif adopsi Rp 15 juta, sebagian uang didapatnya dipakai untuk kepentingan pribadi.

"Jadi untuk uangnya sudah kami lakukan penyitaan terhadap uang Rp 10 juta dari Rp 15 juta tersebut. Jadi Rp 5 jutanya dari keterangan dipakai untuk pribadi," kata KBO Satreskrim Polres Bogor Iptu Hafiz Akbar kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Hafiz menegaskan uang Rp 15 juta tersebut tidak dipakai untuk biaya persalinan. Sebab menurutnya biaya persalinan korban sepenuhnya ditanggung BPJS milik korban.

"Untuk Rp 15 juta dalam penggunaan persalinan itu tidak benar, karena kami sudah ada buktinya dari BPJS bahwa melahirkan di rumah sakit di Tangerang itu sepenuhnya ditanggung BPJS, BPJS si ibunya," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkapkan, Suhendra meminta uang Rp 15 juta kepada orang tua asuh yang akan mengadopsi anak dari tempatnya. Polisi menegaskan proses adopsi anak yang dilakukan Suhendra tidak sesuai dengan prosedur alias ilegal.

"Orang yang mengadopsi diminta sejumlah uang Rp 15 juta dari setiap satu anak yang diadopsi pelaku," ujar Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Rabu (28/9).

Dalam jumpa pers itu, Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' turut dihadirkan. Namun Suhendra membantah menggunakan uang hasil adopsi anak secara ilegal untuk keuntungan pribadinya.

"Itu (tarif Rp 15 juta) kalau yang caesar, ngasih si ibu hamil, sama biaya dia penyembuhan. Uang itu pun nggak saya gunakan," kata Suhendra kepada wartawan.

Suhendra juga mengaku tidak mengetahui bahwa perbuatannya tersebut melanggar hukum. Sebab, dia berdalih tidak menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadinya.

"Saya kira (nggak melanggar hukum), karena saya nggak gunain uangnya," ungkapnya.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT