Mayoritas Perempuan Datang ke 'Ayah Sejuta Anak' Hamil Tua-Tak Bersuami

ADVERTISEMENT

Mayoritas Perempuan Datang ke 'Ayah Sejuta Anak' Hamil Tua-Tak Bersuami

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 22:18 WIB
Suhendra, Ayah Sejuta Anak ditangkap polisi atas dugaan adopsi anak ilegal dan TPPO.
Suhendra, 'Ayah Sejuta Anak', ditangkap polisi atas dugaan adopsi anak ilegal dan TPPO. (Rizky Adha Mahendra/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkapkan kondisi perempuan yang datang meminta bantuan Suhendra (32) alias 'Ayah Sejuta Anak,' tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mayoritas yang datang adalah mereka yang tidak bersuami.

"Ya, (mayoritas) seperti itu kondisinya (tidak bersuami)," kata KBO Satreskrim Polres Bogor Iptu Hafiz Akbar kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Selain itu, perempuan yang datang biasanya dalam kondisi hamil tua. Tersangka menanggung kebutuhan sehari-hari perempuan tersebut.

"Tentunya sudah hamil tua, mereka berada di sana namun yang dilakukan oleh tersangka hanya sebatas menampung mereka dan memberi uang untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi tidak ada kegiatan pengasuhan dari tersangka," ungkapnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah mengurus sepuluh bu hamil yang datang kepadanya, dimana lima di antaranya sudah melahirkan. Namun polisi masih terus mendalami kebenaran pengakuan tersangka tersebut.

"Untuk ibu yang sudah kami temui ada 10, namun ini masih sebatas pengakuan dari tersangka. Tetapi sisanya itu ketika anak telah lahir, akan timbul rasa kasih sayang dari orang tua. Kita masih mengecek lagi bagaimana status, apakah benar ada lebih dari 10 ibu hamil," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Bogor menangkap Suhendra (32) atau yang dikenal dengan sebutan 'Ayah Sejuta Anak'. Polisi mengatakan Suhendra ditangkap atas dugaan perdagangan anak dan adopsi ilegal.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan pihaknya bergerak setelah mendapatkan informasi adanya dugaan perdagangan anak yang dilakukan oleh Suhendra atau SH.

"Modus yang dilakukan oleh pelaku dengan mengiming-imingi atau mengumpulkan ibu hamil, kemudian selanjutnya setelah proses persalinan, anaknya akan diserahkan kepada orang yang mengadopsi anak tersebut. Namun proses adopsinya sendiri dilakukan secara ilegal," ujar Iman dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu (28/9).

Iman mengatakan pengadopsi dimintai sejumlah uang. Suhendra, kata Iman, mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak.

"Orang yang mengadopsi diminta sejumlah uang Rp 15 juta dari setiap satu anak yang diadopsi pelaku. Pelaku mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak," tuturnya.

(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT