Ragam Versi Dugaan Siswi di DKI Dipaksa Pakai Jilbab di Sekolah Negeri

ADVERTISEMENT

Ragam Versi Dugaan Siswi di DKI Dipaksa Pakai Jilbab di Sekolah Negeri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Agu 2022 07:00 WIB
Ilustrasi sekolah
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/smolaw11)

Pengakuan Pihak Keluarga Siswi SMP di Jaksel

Wali murid sekaligus kakak R, DN (24), menceritakan awal mula adiknya ditegur guru di sekolahnya untuk memakai jilbab. DN menyebut adiknya tiba-tiba meminta dibelikan jilbab lebih dari satu.

"Adik saya ini belum pakai kerudung jika di sekolah dan saya mengetahui permasalahan ini ketika adik saya yang meminta dibelikan kerudung lebih dari satu. Saya bertanya 'Kenapa banyak banget? Kan dipakai hanya hari Jumat saja'," kata DN saat dikonfirmasi, Rabu (3/8/2022).

DN mengatakan adiknya ditegur oleh dua guru agar memakai jilbab. Dia sendiri belum mengetahui secara rinci kapan teguran itu disampaikan kepada adiknya.

Menurut DN, perbuatan itu membuat adiknya merasa tertekan dan tidak nyaman bersekolah. Tak sampai di situ, guru sekolah R kembali menegur terkait persoalan penggunaan jilbab.

"Bahkan, suatu hari ada chat WA adik saya kepada saya 'Kakak udah ngomong ke sekolah aku soal kerudung' dan 'Kak aku takut ditegur lagi sama gurunya', jika sudah ada statement seperti ini kan berati adik saya sudah merasa tertekan," sambungnya.

Atas hal tersebut, DN sangat menyayangkan pihak sekolah yang memaksa adiknya berjilbab. DN mengungkapkan Dinas Pendidikan sudah memonitor kejadian itu dan melakukan evaluasi.

"Kasihan anak yang niatnya mau sekolah malah tidak merasa nyaman dan aman hanya karena teguran seperti ini. Memang masalah ini sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan akan menjadi evaluasi bagi mereka," papar DN.

Kepala SMPN 46 Jaksel Buka Suara

Seorang siswi di SMPN 46 Jakarta Selatan (Jaksel) berinisial R (13) disebut pihak keluarga ditegur oleh gurunya agar menggunakan jilbab. Pihak SMPN 46 Jaksel buka suara.

"Proses menanya itulah yang tidak siap oleh yang bersangkutan. Tidak ada bully atau mempermalukan atau mempermainkan, karena sedang proses pembelajaran. Ya karena mengingatkan sesama muslim 'Kamu muslim? Kok belum pakai kerudung', kenapa guru mempertanyakan itu karena ada tanggung jawab moril," kata Kepala SMPN 46 Jaksel Endin Haenudin saat ditemui di SMPN 46 Jaksel, Rabu (3/8/2022).

Endin sendiri kurang mengetahui kapan hal itu terjadi. Dia hanya mengingat momen saat kakak R datang ke sekolah untuk melaporkan kejadian tersebut pada 28 Juli.

Kedatangan kakak R ke SMPN 46 Jaksel kemudian dilaporkan oleh salah seorang guru kepada Endin. Setelah itu Endin langsung mengadakan rapat dengan sejumlah guru beserta pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan.

Endin menyatakan kedua guru yang disebut-sebut sempat menegur terkait pemakaian jilbab kepada R sudah diklarifikasi. Persoalan itu, menurut Endin, sudah selesai dan dikomunikasikan ke kakak R.

"Kejadian itu sudah diklarifikasi, sudah diselesaikan dari pihak dinas juga sudah turun melakukan klarifikasi koordinasi ke sekolah kepada pihak-pihak yang dianggap terkait," jelas Endin.

"Kemudian dengan pihak orang tua dalam hal ini wali dari siswi tersebut sudah dilakukan komunikasi sehingga permasalahan ini sudah selesai," imbuhnya.


(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT