ADVERTISEMENT

Disdik DKI: Tidak Ada Sekolah Negeri Paksa Siswi Pakai Jilbab

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 03 Agu 2022 08:33 WIB
Dinas Pendidikan (Disdik DKI) Jakarta. (Mulia Budi/detikcom)
Dinas Pendidikan (Disdik DKI) Jakarta (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mengatakan menerima laporan ada SD negeri di Jakarta Barat dan SMP negeri di Jakarta Selatan yang memaksa siswi muslim menggunakan jilbab. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menepis kabar itu.

Wakil Kepala Disdik DKI Jakarta Purwosusilo awalnya menjelaskan pihaknya telah melakukan pengecekan ke sekolah usai mendengar kabar siswi SD negeri di Jakbar dipaksa mengenakan jilbab. Hasilnya, kata dia, tidak ada pemaksaan yang dilakukan pihak sekolah maupun guru kepada siswi untuk memakai jilbab.

"Sekolah tidak ada yang umumkan, guru juga tidak ada yang umumkan. Guru itu ngomong ke murid, 'Besok hari Rabu, kan Pramuka', guru itu ngomongnya ke murid 'Nak, kalau Pramuka, jangan lupa, kalau besok Rabu pakai Pramuka ya'. Kemudian 'Kalau pakai jilbab yang matching dengan Pramuka warna cokelat', sudah, gitu doang," kata Purwosusilo kepada wartawan, Selasa (2/8/2022) malam.

Saat masuk sekolah sehari setelahnya, kata dia, siswi yang diingatkan agar menggunakan jilbab sesuai warna seragam Pramuka tersebut tidak memakai jilbab. Purwosusilo mengatakan Disdik DKI tak menemukan adanya paksaan terhadap siswi sekolah negeri di DKI untuk memakai jilbab.

Dia juga menjelaskan soal laporan pemaksaan penggunaan jilbab terhadap siswi di SMP negeri di Jaksel. Purwosusilo mengatakan pihaknya telah menemui keluarga dari siswi SMP tersebut untuk berkomunikasi.

Hasilnya, kata dia, tidak ditemukan adanya pemaksaan terhadap siswi SMP negeri untuk memakai jilbab. Purwosusilo mengatakan pihak sekolah juga tidak pernah memaksa siswi memakai jilbab.

"Kakak anak itu juga menyadari 'Sebetulnya tidak begitu, Pak'. Jadi kalau yang di SMP itu tidak ada sekolah memaksa (siswi pakai jilbab), tidak ada. Jadi, di sekolah tidak ada menyampaikan memaksa menggunakan jilbab kepada muslimah pun, apalagi yang muslim, tidak disinggung sama sekali," ujarnya.

Dia pun mengingatkan kepada para guru agar hati-hati saat memberi nasihat kepada para murid. Dia juga berharap orang tua murid agar mengkonfirmasi ke sekolah apabila mendapat kabar dari anak.

"Itu sudah clear, sudah tidak ada masalah. Justru kalau paling pokok adalah semua komponen, termasuk juga, kami di dinas, di sudin, itu justru mengingatkan kalau ada seperti ini, kita sudah melakukan pembinaan, intinya harus hati-hati. Guru itu menyampaikan kepada peserta didik harus hati-hati, apalagi anak SD," ujar Purwosusilo.

"Orang tua juga tidak boleh menerima secara bulat, tapi juga harus konfirmasi ke sekolah. Guru juga ditanya ngomong apa adanya di-cross-check dengan ini, tidak ada (paksaan)," imbuhnya.

Simak video 'SMAN 1 Banguntapan Bantah Paksa Siswi Pakai Jilbab':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT