ADVERTISEMENT

Kepala SMPN 46 Jaksel Buka Suara soal Guru Tegur Siswi Tak Berjilbab

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 03 Agu 2022 17:36 WIB
SMPN 46 Jakarta Selatan.
SMPN 46 Jakarta Selatan (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Seorang siswi di SMPN 46 Jakarta Selatan (Jaksel) berinisial R (13) disebut pihak keluarga ditegur oleh gurunya agar menggunakan jilbab. Pihak SMPN 46 Jaksel buka suara.

"Proses menanya itulah yang tidak siap oleh yang bersangkutan. Tidak ada bully atau mempermalukan atau mempermainkan, karena sedang proses pembelajaran. Ya karena mengingatkan sesama muslim 'Kamu muslim? Kok belum pakai kerudung', kenapa guru mempertanyakan itu karena ada tanggung jawab moril," kata Kepala SMPN 46 Jaksel Endin Haenudin saat ditemui di SMPN 46 Jaksel, Rabu (3/8/2022).

Endin sendiri kurang mengetahui kapan hal itu terjadi. Dia hanya mengingat momen saat kakak R datang ke sekolah untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Peristiwa mungkin sebelum tanggal 28 Juli kakaknya ke sini itu Kamis tanggal 28," ujarnya.

Kedatangan kakak R ke SMPN 46 Jaksel kemudian dilaporkan oleh salah seorang guru kepada Endin. Setelah itu Endin langsung mengadakan rapat dengan sejumlah guru beserta pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan.

"Minggu sore (31/7) itu ada kegiatan saya ditelepon. Lalu saya langsung pulang kumpulkan guru, siapa apa bagaimana. Saya lakukan pembinaan, langsung saya undang juga unsur dari Dinas. Kemudian hari Senin pagi dengan koordinasi dengan Sudin dan Dinas," paparnya.

Endin menyatakan kedua guru yang disebut-sebut sempat menegur terkait pemakaian jilbab kepada R sudah diklarifikasi. Persoalan itu, menurut Endin, sudah selesai dan dikomunikasikan ke kakak R.

"Kejadian itu sudah diklarifikasi, sudah diselesaikan dari pihak dinas juga sudah turun melakukan klarifikasi koordinasi ke sekolah kepada pihak-pihak yang dianggap terkait," jelas Endin.

"Kemudian dengan pihak orang tua dalam hal ini wali dari siswi tersebut sudah dilakukan komunikasi sehingga permasalahan ini sudah selesai," imbuhnya.

Ending menjelaskan, kedua guru yang disebut menegur R kini mendapat pembinaan. Sedangkan R dilaporkan sudah kembali seperti normal dan ceria.

"Sanksi nggak, ya, tetapi pembinaan, karena belum mengarah kepada sebuah pelanggaran yang bersifat verbal maupun fisik, bersifat mengingatkan. Nggak (sampai sekarang R tidak memakai jilbab), dan yang nggak makai bukan dia saja, dan yang bersangkutan saya lihat tidak melihat merasa tertekan. Dia gembira berlari," terang Endin.

Endin berkata tidak ada aturan mengenai kewajiban menggunakan jilbab bagi siswi muslim di SMPN 46 Jaksel. Pemakaian jilbab dikembalikan kepada setiap siswi.

"Pemakaian kerudung di sekolah tidak diwajibkan. Jadi pemakaian kerudung individu yang mau," pungkasnya.

Pengakuan Kakak R

Sebelumnya, Sebuah SMP di Jakarta Selatan (Jaksel) dilaporkan menegur salah satu siswinya untuk mengenakan jilbab. Pihak keluarga memberikan keterangan soal kejadian tersebut.

Siswi yang diduga dipaksa memakai jilbab diketahui berinisial R. Wali murid sekaligus kakak R, DN (24), menceritakan awal mula adiknya ditegur guru di sekolahnya untuk memakai jilbab. DN menyebut adiknya itu tiba-tiba meminta dibelikan jilbab lebih dari satu.

"Adik saya ini belum pakai kerudung jika di sekolah dan saya mengetahui permasalahan ini ketika adik saya yang meminta dibelikan kerudung lebih dari satu. Saya bertanya 'Kenapa banyak banget? Kan dipakai hanya hari Jumat saja'," kata DN saat dimintai konfirmasi, Rabu (3/8).

DN mengatakan adiknya ditegur oleh dua guru agar memakai jilbab. Dia sendiri belum mengetahui secara rinci kapan teguran itu disampaikan kepada adiknya.

"Adik saya bilang sudah ada dua guru yang menegur mengenai kerudung. Teguran seperti, 'R kamu kan muslim pakai kerudung ya'. Guru yang lain bahkan menegur di depan kelas sehingga teman temannya melihat dan mendengar teguran yang diberikan kepada adik saya," cerita DN.

Menurut DN, perbuatan itu membuat adiknya merasa tertekan dan tidak nyaman bersekolah. Tak sampai di situ, guru sekolah R kembali menegur terkait persoalan penggunaan jilbab.

"Teguran dari guru-guru tersebut yang membuat adik saya tertekan dan menjadi tidak nyaman untuk sekolah," ujar DN.

"Bahkan, suatu hari ada chat WA adik saya kepada saya 'Kakak udah ngomong ke sekolah aku soal kerudung' dan 'Kak aku takut ditegur lagi sama gurunya', jika sudah ada statement seperti ini kan berati adik saya sudah merasa tertekan," sambungnya.

Simak Video 'Permendikbud Tak Paksa Siswi di Sekolah Negeri untuk Berhijab':

[Gambas:Video 20detik]

(rak/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT