ADVERTISEMENT

Pengakuan Keluarga Siswi SMP Jaksel yang Disebut Ditegur agar Pakai Jilbab

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 03 Agu 2022 10:36 WIB
Ilustrasi sekolah
Ilustrasi sekolah (Getty Images/iStockphoto/smolaw11).
Jakarta -

Sebuah SMP di Jakarta Selatan (Jaksel) dilaporkan menegur salah satu siswinya untuk mengenakan jilbab. Pihak keluarga memberikan keterangan soal kejadian tersebut.

Siswi yang diduga dipaksa memakai jilbab diketahui berinisial R. Wali murid sekaligus kakak R, DN (24), menceritakan awal mula adiknya ditegur guru di sekolahnya untuk memakai jilbab. DN menyebut adiknya itu tiba-tiba meminta dibelikan jilbab lebih dari satu.

"Adik saya ini belum pakai kerudung jika di sekolah dan saya mengetahui permasalahan ini ketika adik saya yang meminta dibelikan kerudung lebih dari satu. Saya bertanya 'Kenapa banyak banget? Kan dipakai hanya hari Jumat saja'," kata DN saat dikonfirmasi, Rabu (3/8/2022).

DN mengatakan adiknya ditegur oleh dua guru agar memakai jilbab. Dia sendiri belum mengetahui secara rinci kapan teguran itu disampaikan kepada adiknya.

"Adik saya bilang sudah ada dua guru yang menegur mengenai kerudung. Teguran seperti, 'R kamu kan muslim pakai kerudung ya'. Guru yang lain bahkan menegur di depan kelas sehingga teman temannya melihat dan mendengar teguran yang diberikan kepada adik saya," cerita DN.

Menurut DN, perbuatan itu membuat adiknya merasa tertekan dan tidak nyaman bersekolah. Tak sampai di situ, guru sekolah R kembali menegur terkait persoalan penggunaan jilbab.

"Teguran dari guru-guru tersebut yang membuat adik saya tertekan dan menjadi tidak nyaman untuk sekolah," ujar DN.

"Bahkan, suatu hari ada chat WA adik saya kepada saya 'Kakak udah ngomong ke sekolah aku soal kerudung' dan 'Kak aku takut ditegur lagi sama gurunya', jika sudah ada statement seperti ini kan berati adik saya sudah merasa tertekan," sambungnya.

Atas hal tersebut, DN sangat menyayangkan pihak sekolah yang memaksa adiknya berjilbab. DN mengungkapkan Dinas Pendidikan sudah memonitor kejadian itu dan melakukan evaluasi.

"Kasihan anak yang niatnya mau sekolah malah tidak merasa nyaman dan aman hanya karena teguran seperti ini. Memang masalah ini sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan akan menjadi evaluasi bagi mereka," papar DN.

Kasus tersebut disebut DN sudah selesai. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang.

"Saya juga sudah dihubungi dinas pendidikan juga sekolah dan kasus ini sudah saya anggap selesai. Namun saya harapkan kasus yang menimpa adik saya ini tidak terulang kepada adik saya lagi dan anak-anak lainnya di luar sana yang mengalami hal serupa," tukasnya.

Lihat juga video 'SMAN 1 Banguntapan Bantah Paksa Siswi Pakai Jilbab':

[Gambas:Video 20detik]



Simak DPRD DKI terima laporan, di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT