Anggota DPRD DKI Terima Laporan Ada SD-SMP Negeri Paksa Siswi Pakai Jilbab

ADVERTISEMENT

Anggota DPRD DKI Terima Laporan Ada SD-SMP Negeri Paksa Siswi Pakai Jilbab

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 12:20 WIB
Ima Mahdiah Singgung Anies Soal Keadilan dan Retribusi PKL di Trotoar
Ima Mahdiah (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah mendapat laporan adanya SD di Jakbar dan SMP di Jaksel yang memaksa siswi memakai jilbab. Ima mengatakan pihak sekolah menyampaikan aturan wajib berjilbab hanya secara lisan.

"Jadi pertama waktu itu aku lagi ngasih seragam ke siswa-siswa, cuma yang beli seragam kan staf saya ya. Saya cek kok seragamnya panjang semua, terus infonya bahwa ini sekolah negeri atau madrasah. Ya terus dibilangnya ini sekolah negeri. Akhirnya kita kunjungan," ujar Ima kepada wartawan, Selasa (2/8/2022).

"Sambil kunjungan ke beberapa ngasih seragam, si ibu itu yang saya kasih seragam saya bilang, 'Bu, kok ini masih SD negeri kok panjang semua?'. 'Ya memang harus begini, Bu'. Terus saya bilang, 'Apa itu diperintahkan?'. 'Wajib, Bu'. Saya bilang, 'Ada nggak keterangannya bahwa secara tertulis?'. 'Nggak ada, cuma dibilangin aja'," lanjut dia.

Ima menuturkan akhirnya dia mengecek langsung SD di kawasan Grogol. Dia mengatakan di SD negeri tersebut seperti madrasah.

Selain itu, Ima menerima laporan SMP negeri di Jaksel memaksa siswi menggunakan jilbab. Ima menyebut ada intimidasi terhadap murid.

"Kalau sekolah yang lain itu kan berdasarkan mereka chat WA ke saya, tapi mereka masih minta dilindungi, jangan sampai nanti ada anaknya jadi di-bully atau apa. Yang pasti sekolah nggak berani instruksi secara tertulis, tetapi di sini murid-murid diintimidasi," kata Ima.

"Contoh, kebetulan tim saya cerita adiknya dipaksa pakai kerudung, padahal dia nggak mau pakai kerudung dan sudah beli seragam yang biasa akhirnya dipaksa. Jadinya beli seragam lagi gitu. kalau yang dia punya uang, kalau dia nggak punya uang, satu sisi saya tanya, ini diperintahkannya secara apa? Secara lisan," lanjutnya.

Ima mengatakan berdasarkan laporan yang dia terima, siswi yang diwajibkan memakai jilbab hanya yang beragama Islam.

"Bahkan salah satu tim saya bilang, adiknya dibilang di sini yang nggak pakai kerudung hanya yang nonmuslim. Terus adiknya sempat melawan, cuma akhirnya ya sudah, dia beli seragam lagi, jadi pakai kerudung. Jadi, kalau guru-guru bilang nggak ada instruksi, betul nggak ada instruksi secara tertulis, tapi nyatanya di lapangan instruksinya secara lisan, justru ini lebih diintimidasi," kata Ima.

Dimintai konfirmasi terpisah, Disdik Jakarta Barat membantah. Disdik Jakarta Barat menyebut tidak ada sekolah di wilayahnya yang memaksa siswi menggunakan jilbab.

"Sejauh ini, dari wilayah Sudin Pendidikan Jakarta Barat 2, tidak ada sekolah yang memaksa menggunakan jilbab. Tentu tidak benar jika ada yang menyatakan dari wilayah JB 2. Berkenan mencermati berita tersebut. Termasuk kabar dari anggota DPRD," paparnya.

Simak video 'SMAN 1 Banguntapan Bantah Paksa Siswi Pakai Jilbab':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT