ADVERTISEMENT

Perjalanan Kasus 'Lord Luhut' hingga Berujung Haris Azhar-Fatia Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Mar 2022 18:16 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah selesai menjalani pemeriksaan terkait laporannya soal pencemaran nama baik Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Luhut diperiksa selama 1 jam atas laporannya tersebut.
Menko Marves Luhut Pandjaitan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya akan diperiksa sebagai tersangka, Senin (21/3) pekan depan.

Berikut perjalanan kasus pencemaran nama baik Luhut yang berujung penetapan tersangka Haris dan Fatia yang kami rangkum sebagai berikut:

Awal Mula Kasus

Kasus ini bermula ketika Haris dan Fatia mengaitkan nama Luhut dengan perusahaan bisnis tambang di Papua. Pernyataan ini muncul dalam di channel YouTube Haris Azhar yang berjudul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-OPS Militer Intan Jaya‼️ Jendral BIN Juga Ada!!NgeHAMtam'.

Dalam video itu, Haris dan Fatia membahas soal perusahaan bernama PT Tobacom Del Mandiri. Perusahaan ini disebut sebagai anak usaha Toba Sejahtra Group, yang sahamnya dimiliki oleh Luhut. Perusahaan ini disebut bermain bisnis tambang di Papua.

"PT Tobacom Del Mandiri ini direkturnya adalah purnawirawan TNI, namanya Paulus Prananto. Kita tahu juga bahwa Toba Sejahtra Group ini juga dimiliki sahamnya oleh salah satu pejabat kita. Namanya adalah Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), The Lord, Lord Luhut. Jadi Luhut bisa dibilang bermain dalam pertambangan-pertambangan yang terjadi di Papua hari ini," kata Fatia dalam video tersebut.

"LBP, Lord Luhut," jawab Haris.

Lebih lanjut, Fatia mengaitkan nama-nama tersebut, termasuk Luhut, sebagai orang yang ada di balik pemenangan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2014.

"Mereka juga yang jadi pemenangannya Jokowi di tahun 2014," ujar Fatia.

"Ya, kalau Lord Luhut jelas," imbuh Haris.


Haris-Fatia Dilaporkan ke Polisi

Luhut kemudian melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya pada Rabu 22 September 2021. Luhut karena merasa difitnah karena dikaitkan dengan bisnis tambang di Papua.

Dalam kesempatan itu, Luhut menyampaikan dirinya telah mensomasi Haris Azhar dan Fatia, namun tidak ditanggapi. Luhut akhirnya menempuh jalur hukum setelah dua kali somasi tidak digubris.

"Ya karena sudah dua kali dia nggak mau (minta maaf), saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak-cucu saya. Jadi saya kira sudah keterlaluan karena dua kali saya sudah (suruh) minta maaf nggak mau minta maaf, sekarang kita ambil jalur hukum jadi saya pidanakan dan perdatakan," jelas Luhut di Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2021).

Luhut Diperiksa Sebagai Pelapor

Pada Senin, 27 September 2021, Luhut menghadiri pemeriksaan perdana sebagai pelapor di kasus tersebut. Seusai pemeriksaan selama 1 jam, Luhut menegaskan dirinya tidak memiliki bisnis tambang di Papua.

"Saya tidak ada sama sekali bisnis di Papua, sama sekali tidak ada. Apalagi itu dibilang pertambangan-pertambangan. Itu kan berarti jamak, saya tidak ada," kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/9/2021).

Simak di halaman selanjutnya: mediasi antara Luhut dengan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti gagal.

Lihat Video: Luhut Segera Layangkan Gugatan Perdata Rp 100 Miliar ke Haris-Fatia

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT