Laporan Luhut Naik Penyidikan, Haris Azhar Minta Diperiksa 7 Februari

Fakhri Fadlurrohman, Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 17:05 WIB
Jakarta -

Polda Metro Jaya hari ini sedianya memeriksa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti terkait laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Laporan itu urung dilakukan akibat permintaan penundaan dari kedua terlapor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan pihaknya telah menerima permintaan penundaan pemeriksaan yang disampaikan oleh Haris Azhar dan Fatia. Untuk itu, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan keduanya.

"Kita hari ini baru terima surat dari pengacara hukum Haris Azhar yang meminta penyidik untuk melakukan penundaan pemeriksaan Haris Azhar menjadi tanggal 7 Februari 2022," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis menjelaskan soal rencana pemeriksaan kepada Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Pemeriksaan keduanya seharusnya dimulai sejak Desember 2021.

"Kami pada bulan Desember lalu sudah memanggil Haris Azhar untuk tanggal 23 Desember. Tapi Haris Azhar saat itu mengirim surat kepada kami untuk meminta penundaan di awal bulan Januari," jelas Auliansyah.

Menurut Auliansyah, pihaknya lalu memenuhi permintaan dari Haris Azhar tersebut dan menjadwalkan pemeriksaan hari ini. Namun, pihak Haris kembali meminta penundaan pemeriksaan.

"Kami akomodasi permohonan Haris Azhar tersebut sehingga kami membuat surat pemanggilan kedua kita sesuaikan tanggal 6 Januari dan seharusnya datang. Kami baru terima surat dari Haris Azhar minta penundaan lagi di bulan Februari," ujar Auliansyah.

Lebih lanjut Auliansyah mengatakan kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan. Untuk itu, dia berharap Haris Azhar bisa memenuhi panggilan pemeriksaan dari kepolisian.

Terkait upaya pemanggilan paksa kepada Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, pihak kepolisian, kata Auliansyah, akan mengikuti ketentuan yang ada dalam aturan KUHAP.

"Kami akan sesuaikan saja sama aturan KUHAP. Di aturan KUHAP seperti apa, kita pedoman," katanya.

Sebelumnya, pengacara Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, Nurkholis Hidayat, mengatakan kliennya telah melayangkan penundaan pemeriksaan kepada penyidik. Dia menjelaskan kedua terlapor beralasan memiliki kegiatan yang tidak bisa ditunda bulan ini.

"Iya, ada panggilan sebagai saksi hari ini tapi kami sudah memohon surat balasan untuk menunda pemeriksaan sampai awal Februari," ungkap Nurkholis.

Nurkholis memastikan kedua terlapor kooperatif dan siap mengikuti proses hukum. Nurkholis pun menanggapi perihal telah naiknya status laporan dari Luhut kepada kliennya ke tingkat penyidikan saat ini. Dalam tahap penyidikan, polisi artinya telah mengantongi adanya dugaan pelanggaran pidana dari unsur yang dilaporkan oleh pelapor.

Meski menghargai proses hukum yang dilakukan penyidik, Nurkholis mengatakan apa yang disampaikan oleh Haris Azhar dan Fatia di konten YouTube dan menjadi dasar laporan pencemaran nama baik oleh Luhut Pandjaitan sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

"Jadi kami tetap konsisten dengan argumentasi bahwa apa yang diperbincangkan YouTube segala macam itu masih dalam rangka bagian dari kebebasan berekspresi yang tidak boleh dikriminalisasi. Apalagi tujuan bukan untuk mendiskreditkan seseorang," katanya.

(isa/mei)