ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Apakah Boleh Saya Menghibahkan Seluruh Harta Sebelum Meninggal?

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 08:42 WIB
Ilustrasi warisan
Foto: Ilustrasi harta warisan (Getty Images/iStockphoto/Thitiphat Khuankaew)

Apakah nantinya rumah tersebut bisa dijual tiba-tiba tanpa persetujuan anak-anak almarhum ayah saya pak, karena saat ini kami berenam sudah rumah tangga ikut suami dan domisili di luar kota semua?
Kalau kami berenam punya hak waris, bagaimana pembagiannya pak dan saudara tiri 3 anak dari suami baru. Ini misalkan ibu saya meninggal, apakah anak-anak tiri suami baru juga mendapatkan hak waris (karena suami baru jarang kerja dan mengandalkan uang kontrakan rumah tersebut)?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya. Semoga jadi pencerahan saya yang notabene sudah membesarkan saudara dan masih saja dipersalahkan oleh ibu saya karena membenci anak-anak dari suami sekarang.

Terima kasih
NN

JAWABAN:

Salam sehat selalu NN,

Sebelumnya, saya mengucapkan terimakasih kepada NN yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjawab dan memberikan solusi atas persoalan hukum yang dihadapi. Semoga NN beserta keluarga selalu berada dalam keadaan sehat.

Dari pertanyaan yang disampaikan, pada pokok ada tiga persoalan yang perlu dijawab, yakni:

1. Apakah boleh seorang pewaris pada masa hidupnya menghibahkan seluruh harta yang dimilikinya?
2. Bagaimanakah pembagian harta waris ayah dari NN?
3. Bagaimanakah pembagian harta waris ibu dari NN ketika nanti meninggal dunia?

Jawaban untuk pertanyaan pertama

Kebolehan seseorang untuk menghibahkan seluruh hartanya. Perlu untuk dipahami dulu definisi hibah berdasarkan ketentuan Pasal 171 huruf g Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah pemberian suatu benda secara sukarela dan tanpa imbalan dari seseorang kepada orang lain yang masih hidup untuk dimiliki. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa peralihan kepemilikan melalui hibah terjadi karena pemilik awal memberikan suatu benda miliknya kepada penerima hibah secara sukarela.

Pertanyaan selanjutnya apakah boleh seseorang menghibahkan seluruh hartanya? Merujuk kepada ketentuan Pasal 210 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam (KHI) seseorang yang cakap hukum hanya boleh menghibahkan 1/3 harta bendanya kepada orang lain atau lembaga di hadapan dua orang saksi untuk dimiliki. Dengan demikian seseorang tidak boleh menghibahkan seluruh hartanya kepada orang lain karena akan menutup hak ahli waris yang ditinggalkannya kelak.

Simak penjelasan atas pertanyaan pertama selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT